Politik

KPK Dinilai Tidak Bisa Berhentikan 75 Pegawai Tak Lolos TWK

googleberita







Jakarta (beritajatim.com) – Pakar Hukum Univeristas Al-azhar Indonesia (UAI) Suparji Ahmad berpendapat, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa memberhentikan 75 pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Suparji menegaskan, hal tersebut berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) hasil asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) bagi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi kewenangan pemerintah. “Tidak boleh, harus diperhatikan putusan MA tersebut hendaknya ditindaklanjuti dengan memperhatikan kelangsungan nasib pegawai tersebut,” tegas Suparji, Selasa (14/9/2021).

Baca Juga:

  • KPK Periksa Zulkifli Hasan
  • Ketua KPK Terima Laporan Oknum Petahana Maju Pilkada Membonceng Dana Covid-19
  • KPK Sidik Kasus Dugaan Korupsi PG Djatiroto Lumajang
  • Ketum PPP Ditangkap KPK, Ini Komentar Timses Jokowi Jatim
  • WP KPK: Perpu Jadi Penyelamatan Nasib Pemberantasan Korupsi sebagai Amanat Reformasi 1998

Dia menambahkan selama pemerintah dalam hal ini presiden Joko Widodo tidak melakukan keputusan apapun sebaiknya pimpinan KPK juga melakukan hal yang sama. Lantas dia menyarankan kepada pimpinan KPK untuk menunggu sikap tegas dari pemerintah soal nasib 75 pegawai KPK tersebut. “Belum ada putusan, ditunggu dahulu sikap pemerintah,” kata Suparji.

Diketahui, dalam putusan MA memutuskan tindak lanjut hasil asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) bagi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi kewenangan pemerintah.

Hal itu tertuang dalam berkas putusan putusan uji materi Peraturan Komisi (Perkom) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pengalihan pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diajukan oleh pegawai KPK beberapa waktu lalu.

Menurut putusan MA, gugatan terhadap Peraturan Komisi Nomor 1 Tahun 2021 yang menjadi dasar TWK tidak tepat. Sebab, hasil asesmen TWK itu bukan kewenangan KPK, melainkan pemerintah. [hen/suf]









The post KPK Dinilai Tidak Bisa Berhentikan 75 Pegawai Tak Lolos TWK first appeared on beritajatim.com.