Peristiwa

Kemkominfo Tambah 100 Telepon Satelit ke Donggala dan Palu

Googleberita.com, Jakarta – Pasca-gempa Donggala dan Palu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) kembali mengirim telepon satelit tambahan. 

Setelah sebelumya ada 31 unit telepon satelit yang dikirim via Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), kini jumlah telepon satelit yang baru kembali dikirim sebanyak 100 unit.

Plt. Kepala Biro Humas Kemkominfo, Ferdinandus Setu mengungkap kalau telepon satelit tersebut sempat digunakan saat bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, berlangsung beberapa waktu lalu. 

“Dulu sempat digunakan di Lombok, dan berikutnya akan di-deploy ke Palu juga,” ujar pria yang karib disapa Nando ini kepada Tekno Googleberita.com.

Telepon satelit ini sangat dibutuhkan untuk mendukung koordinasi penanganan bencana di Kabupaten Donggala dan sekitarnya, mengingat jaringan telekomunikasi seluler terganggu disebabkan putusnya pasokan listrik PLN setelah gempa.

1.678 BTS Padam Pasca-Gempa Donggala

Sebuah bangunan pusat perbelanjaan yang roboh akibat gempa 5,9 Skala Richter di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9). Gelombang tsunami setinggi 1,5 meter yang menerjang Palu terjadi setelah gempa bumi mengguncang Palu dan Donggala. (AP Photo/Rifki)

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kenkominfo) juga menginformasikan kondisi jaringan dan layanan telekomunikasi pasca-gempa di Sulawesi Tengah. Sabtu (29/9/2018) pukul 13.00 WIB, terdapat 1.678 BTS yang padam dari total 4.193 BTS.

Kenaikan angka menjadi 40,02 persen BTS yang tidak bisa berfungsi itu karena terkendala pasokan listrik, sementara daya baterai cadangan sudah habis dan tidak bisa mendukung kebutuhan BTS.

1.678 BTS yang tidak berfungsi itu tersebar di sembilan wilayah, yaitu Kabupaten Banggai sebanyak 163 BTS, Kabupaten Poso 150 BTS, Donggala 14 BTS, Tolitoli 172 BTS, Kabupaten Buol 3 BTS, Kabupaten Morowali 1 BTS, Kabupaten Parigi Moutong 7 BTS, dan Kabupaten Tojo Una-Una 1 BTS.

Sementara jumlah BTS yang tidak bisa berfungsi terbanyak di Kota Palu sebanyak 1.167 BTS. Demikian seperti dikutip dari keterangan resmi Kemkominfo, Sabtu (29/9/2018).

Proses pemulihan jaringan telekomunikasi di beberapa lokasi masih terkendala proses koordinasi dan adanya dampak tsunami. Namun demikian, Tim Kemkominfo bersama operator telekomunikasi, terus melakukan upaya pemulihan jaringan dengan melakukan optimasi segmen transmisi Palu-Gorontalo, pemulihan koneksi IPBB, serta reroute Toli-Toli, Poso, dan Luwuk dari Palu ke Manado.

Untuk membantu koordinasi tanggap darurat bencana, sebanyak 31 telepon satelit yang dikirimkan Kemkominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) telah tiba di Palu dan mulai didistribusikan untuk mendukung komunikasi penanganan bencana.

Kemkominfo juga akan memobilisasi 100 telepon satelit yang sebelumnya digunakan dalam Penanganan Gempabumi Lombok untuk mendukung komunikasi penanganan bencana di Sulawesi Tengah.

Rombongan Menteri Tiba di Palu

Orang-orang berjalan melewati mayat (penutup biru) setelah gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9). Gelombang tsunami setinggi 1,5 meter yang menerjang Palu terjadi setelah gempa bumi mengguncang Palu dan Donggala. (AFP /OLA GONDRONK)

Pukul 13.55 WITA rombongan Menteri Koordinator Bidang Polhukam Wiranto bersama Panglima TNI, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Kepala BAZARNAS, dan POLRI tiba di Bandara Mutiara Sis Al Jufri.

Rombongan menteri tersebut disambut oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Janggola.

Setibanya di Bandara Palu, Menkopolhukam Wiranto langsung menggelar rapat koordinasi untuk membahas langkah-langkah pemulihan pasca-gempabumi di Sulawesi Tengah.

(Jek/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of