Politik

Kasus Covid-19 Tinggi, Ponorogo Bakal Dirikan RS Lapangan








Ponorogo (beritajatim.com) – Tingginya kasus positif Covid-19 aktif di Ponorogo, membuat Pemkab setempat bakal membangun rumah sakit (RS) lapangan. Selain itu, daya tampung pasien di semua rumah sakit rujukan Covid-19 bisa dikatakan hampir semuanya penuh. Pendirian RS lapangan menjadi opsi selanjutnya untuk menampung pasien Covid-19.

Bupati Sugiri Sancoko menjelaskan, lokasi pendirian RS lapangan ini berada di komplek sentra industri kampung reyog di jalan Trunojoyo Kelurahan Tambakbayan. RS lapangan ini juga nantinya bersebelahan dengan rumah karantina untuk isolasi pasien covid-19 yang bergejala ringan.

“Saya tidak ingin mempertaruhkan nyawa penduduk. Opsi untuk mengatasi ruang perawatan pasien di rumah sakit rujukan yang penuh, ya mendirikan RS Lapangan,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Sabtu (17/7/2021).

Data terakhir dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, jumlah kasus positif aktif di Ponorogo sebanyak 922 orang. Risiko kematian akan meningkat jika kasus aktif terus mengalami kenaikan. Apalagi di bumi reyog kasus positif aktifnya nyaris mencapai seribu.

Dengan adanya RS Lapangan, diharapkan bisa mengurai jumlah pasien Covid-19 yang bergejala sedang atau berat. “RS lapangan di sentra industri nanti bisa menampung sebanyak 72 pasien Covid-19,” katanya.

Baca Juga:

  • Petugas Terminal Seloaji Positif Covid-19, Pelayanan Tetap Buka
  • Di Ponorogo Ada ‘Pocong’ Kampanyekan Prokes
  • Nakes di Ponorogo Gugur karena Terpapar Covid-19
  • Khofifah: Jika Dibutuhkan Mobil PCR Didatangkan ke Ponorogo
  • Vaksinasi Covid-19 di Ponorogo Masih Dibahas

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono mengungkapkan pendirian RS Lapangan juga sudah sesuai perintah dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Sebelumnya, pihaknya melibatkan RSUD dr. Harjono, BPBD, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan survei tempat.

Dan disimpulkan gedung sentra industri lokasi yang cocok untuk mendirikan RS lapangan. “Pandemi Covid-19 sudah dalam kondisi darurat, apalagi Ponorogo juga masuk zona merah dengan risiko penularan tinggi,” ungkap Sekda.

Agus memerintahkan BPBD untuk menyiapkan fisiknya. Sementara RSUD dr. Harjono mendapatkan tugas untuk menyiapkan alat kesehatannya. Dia menyebut untuk anggaran pihaknya mengaku sudah siap. Hanya perlu waktu untuk mempersiapkan bangunan dan alat kesehatannya. “Diharapkan RS Lapangan ini bisa diaktifkan Minggu depan,” pungkasnya. [end/suf]









The post Kasus Covid-19 Tinggi, Ponorogo Bakal Dirikan RS Lapangan first appeared on beritajatim.com.