Politik

Kader dan Pengurus PDIP Jember Diingatkan Taat Garis Organisasi

googleberita

Jember (beritajatim.com) – Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jember Arif Wibowo mengingatkan kepada seluruh kader dan pengurus di semua tingkatan agar taat kepada garis organisasi, jika rekomendasi calon bupati sudah terbit.

Arif menyatakan, jika Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan sudah memutuskan, maka seluruh komponen partai harus tegak lurus mematuhi. “Tidak ada jalan lain kecuali tegak lurus kepada jalan dan keputusan partai,” katanya, saat membuka acara penyampaian komitmen kandidat bupati kepada rakyat di kantor partai itu, Sabtu (28/12/2019).

“Nah, sing saiki rodo seneng (Bupati) Faida, sik gak popo. Rodo seneng boleh. Loh ada ini yang masih agak seneng. Wong namanya favoritisme. Tapi tidak boleh partisanisme. Kalau partisan terlibat aktif. Terlibat aktif wajib hukumnya ketika Si A, Si B, diusung partai sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Jember dan harus menang,” kata Arif.

Baca Juga:

  • Pengembang Perumahan Incar Kursi Bupati Jember
  • Serangan Fajar Jelang Coblosan Ganggu PDIP Jember
  • Pilkada Jember 2020, Ini Sikap PDI Perjuangan
  • Bakal Cabup Difabel Direstui Eks Ketua NU untuk Dapatkan Rekom PDIP
  • Pilkada, Kepala BPBD Jember Termotivasi Dawuh Kiai dan Ingin Benahi Birokrasi

Arif meminta para kandidat bupati untuk tidak ragu-ragu. Menurutnya, beban tidak sepenuhnya dipikul calon yang mendapat rekomendasi. “Teman-teman mengatakan kepada saya bahwa kita harus berdikari. Wani urunan. Maka itu akan kita lakukan semaksimal mungkin. Gak kiro melarat,” katanya.

Arif mengatakan, kemenangan dalam pemilihan kepala daerah adalah kunci kemenangan saat pemilihan legislatif. Maka kemenangan menjadi hal wajib. “Semua akan kita pertaruhkan untuk kemenangan kita,” kata Arif. PDIP akan menyaring benar calon bupati yang akan direkomendasikan agar tidak salah pilih. [wir/suf]