EkonomiPeristiwa

Jadi Pembantu, Wanita Ini Sukses Jadi Sarjana

Jadi Pembantu di Rumah Dokter, Wanita Ini Sukses Jadi Sarjana dan Raih Lulusan Terbaik

Potret kegigihan anak manusia dalam meraih impiannya, tersemat pada sosok Darwati. Berbekal semangat dan tekadnya dalam meraih impian, ia pun sukses menjadi sosok inspiratif yang patut dijadikan sebagai teladan. Bukan apa-apa, Profesinya sebagai PRT, nyatanya tak menghalangi Darwati untuk sukses di bidang pendidikan.

Ia merupakan gadis sederhana yang datang dari sebuah desa di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Tekadnya untuk menjadi Sarjana menguat tatkala dirinya melihat realita di sekitar tempat tinggalnya. Di mana jumlah lulusan perguruan tinggi sangat sedikit di kampungnya.

Selepas menamatkan sekolahnya di SMA Muhammadiyah 5 Todanan Blora, Darwati sempat kebingungan antara bekerja dan meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi.  menuliskan, ia pun memilih merantau ke Jakarta untuk bekerja lantaran terkendala faktor ekonomi. Terlebih, kondisi kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai petani, tak mampu untuk membiayai dirinya berkuliah.

Sesampainya di Jakarta, Darwati sempat berada di sana selama satu minggu. Hiruk pikuk Jakarta yang penuh sesak, rupanya membuat gadis kelahiran 20 Februari 1992 itu tak betah. Ia pun meninggalkan Jakarta dan memilih pulang kembali ke kampung halamannya. Memulai dari awal, Darwati mencoba bekerja dengan seorang penjual es campur. Tekadnya mengubah masih tetap dijaga hingga ia memutuskan pilihan besar yang kelak mempengaruhi keberhasilannya.

Selepas menjadi karyawan penjual es campur, Darwati mencoba bekerja dengan menjadi pembantu rumah tangga (PRT) dan pembantu dokter di rumah Drg. Lely Atasti Bachrudin sejak 16 Agustus 2010. Di sinilah awal dari perjuangannya dimulai. Darwati yang sempat mengutarakan keinginan terpendamnya untuk berkuliah, ternyata didukung oleh majikan di tempatnya bekerja. Awal yang bagi Darwati pada saat itu.

Saya nggremeng (bergumam) ingin kuliah, ternyata didengar. Beberapa hari setelah itu majikan pulang dari praktik bilang kalau bapak saya baru saja menemui dan bilang saya ingin kuliah, saya diperbolehkan menyambi kuliah. Belakangan saya tahu, ini upaya beliau memotivasi saya karena ternyata bapak saya tak pernah menemui majikan saya, apalagi ngobrol kalau saya ingin kuliah,” kata Darwati

Atas pilihannya tersebut, mulailah babak baru di kehidupan Darwati. Karena melakukan dua pekerjaan sebagai pembantu dan mahasiswi, ia pun harus pintar-pintar berhemat dan membagi waktu agar keduanya bisa berjalan satu sama lain. Memilih Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Sementara sebagai tempat kuliah, Darmawati perlahan menyisihkan sebagian gajinya yang saat itu Rp. 350 per bulan.

Selain harus pintar berhemat, tantangan lain yang dihadapi oleh Darwati adalah masalah jarak kuliahnya terbilang sangat jauh. ia harus menempuh jarak lebih dari 50km dan kerap menumpang temannya yang berasal dari Grobogan. Namun, Darwati lebih sering menggunakan bus saat pergi kuliah.

Disela-sela semangatnya bekerja untuk meraih cita-cita, Darwati pun kerap menerima ejekan hanya karena dirinya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. tetapi ia tidak menanggapinya, cemoohan tersebut ia anggap sebagai angin lalu yang tidak ia pedulikan. Bahkan, ia justri bertambah semangat dan fokus mengejar impiannya menjadi seorang sarjana.

Hingga pada akhirnya, apa yang diimpikan oleh Darwati semasa di kampungnya dulu menjadi kenyataan. Ia dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar sarjana. Sebuah titel yang belum tentu bisa diraih oleh orang-orang di desa tempat tinggalnya. Darwati tak hanya menjadi seorang sarjana tapi juga meraih predikat sebagai lulusan terbaik jurusan Administrasi Niaga Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,68.

Dari kisah Darwati di atas, ada sebuah pelajaran penting yang bisa diambil, yakni sebuah kesuksesan sejatinya bisa dinikmati oleh siapa saja. Bahkan oleh seorang pembantu rumah tangga seperti Darwati di atas sekalipun. Bukan meratapi nasib dan mengutuk takdir, bergerak dan mau berusaha dengan kemauan yang keras, menjadi kunci utama untuk meraih cita-cita.

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of