Politik

Inilah 4 Bakal Calon Independen di Pilwali Surabaya 2020

googleberita

Surabaya (beritajatim.com) – Terhitung hingga Kamis (19/12/2019), total sudah 4 pasang Bacawali-Bacawawali dari jalur independen siap memenuhi persyaratan administrasi di Pilwali Surabaya. Hal itu diungkapkan oleh M. Kholid Asyadulloh, Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Surabaya.

“Sesuai urutan abjad adalag Fatchul Muid-Tatik Effendy, M. Sholeh-Taufik Hidayat, Samuel Teguh-Gunawan, dan Usman Hakim-M. Yasin,” kata Kholid dalam acara Media Gathering KPU Surabaya.

Terkait regulasi bagi pasangan dari jalur perseorangan, menurut Kholid tidak ada perbedaan dengan Pemilu di periode sebelumnya. “Tidak ada perbedaan regulasi dengan Pilwali 2015. Mereka perlu mengumpulkan bukti fisik dukungan bertanda tangan disertai KTP. Bukti yang sama juga harus diunggah ke silon,” ujarnya.

Baca Juga:

  • Whisnu Sakti Diminta Gandeng Tokoh NU di Pilwali Surabaya
  • Prediksi Paslon Pilwali Surabaya: Armuji-Eri Cahyadi, Gus Hans-Bambang Haryo
  • Gerindra, Parpol Ketiga Gus Hans Ikuti Penjaringan Cawali Surabaya
  • Bacawawali PDIP Bicara Soal Cawali Ideal di Surabaya

“Jumlah dukungan yang harus dikumpulkan adalah 138.565 dukungan. KPU akan melakukan dua tahapan verifikasi. Pertama administrasi, kami akan menghitung jumlah dukungannya apakah sesuai atau tidak terus juga sebarannya apakah sudah memenuhi syarat minimal di 16 kecamatan di Surabaya. Kami akan cek juga apakah ada TNI/Polri dan ASN di dukungan itu, karena tidak boleh. Kedua, verifikasi faktual. Disini kami akan melakukan verifikasi dengan sistem sensus dan mendatangi seluruh pihak yang memberikan dukungan untuk. Sistem sensus ya, bukan random sampling,” tegas Kholid.

Tahapan selanjutnya, Ia menjelaskan, adalah masa perbaikan bagi mereka yang tidak dapat memenuhi syarat pendaftaran. “Apabila memenuhi syarat, maka akan kita nyatakan mereka layak untuk mendaftar di Pilwali Surabaya jalur perseorangan. Kalau ada masalah, maka ada tahapan perbaikan. Jumlah dukungan yang kurang harus dilengkapi dengan jumlah dilipatgandakan hingga masa waktu yang ditentukan. Jika gagal, maka kami akan nyatakan paslon tersebut tidak bisa mendaftar,” pungkas Kholid. [ifw/but]