Politik

Ini Pernyataan Sikap Relawan Jogo Merah Putih atas Insiden Papua

googleberita

Surabaya (beritajatim.com) – Menyikapi kasus insiden Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, pemerintah seharusnya bertindak tegas terhadap pelaku aksi di beberapa lokasi di tanah air. Baik di Malang, Surabaya, Makasar dan Papua sendiri.

Pernyataaan itu disampaikan Koordinator Ksatria Airlangga, Teguh Prihandoko di sela acara Rembug Suroboyo yang diadakan Relawan Jogo Merah Putih di Ruang Merah Putih Kompleks Balai Pemuda Surabaya, Sabtu (31/8/2019).

Baca Juga:

  • Mahasiswa Asal Papua di Ponorogo Diajak Lihat Pembukaan Grebeg Suro
  • FKPPI Jatim Bantah Terlibat Aksi di Asrama Mahasiswa Papua
  • AJI Minta Media Menaati Kode Etik Jurnalistik dalam Peristiwa Papua
  • Selebrasi Osvaldo dan Haru di Sebuah Kedai Kopi
  • Begini Isi Deklarasi NKRI Cinta Papua

Untuk itu, pihaknya bersama beberapa elemen masyarakat Jogo Merah Putih lainnya, seperti DKS, Ksatria Airlangga, ALMISBAT, ASSB, LAYAR, PEKAD, PA GMNI, KBRS dan Perjuangan Rumah Bhinneka memberikan pernyataan sikap. [tok/suf]

Berikut isi pernyataan sikap 10 elemen Relawan Jogo Merah Putih terhadap insiden asrama mahasiswa Papua:

1. Papua adalah kita. Luka Papua adalah luka kita semua.

2. Kita sedih dengan peristiwa yang terjadi di Papua hari-hari ini. Kita berduka atas jatuhnya korban, baik dari kalangan masyarakat sipil maupun aparat keamanan.

3. Tapi kita juga marah atas pemicu awal munculnya rentetan peristiwa yang mengakibatkan terjadinya kekerasan dan perusakan fasilitas publik di Papua.

4. Kita pun mengutuk keras pihak-pihak yang menunggangi kerusuhan di Papua demi syahwat politik. Termasuk mereka yang justru bergembira dan bersorak atas peristiwa kerusuhan yang terjadi.

5. Kita tahu, tragedi ini berawal dari peristiwa yang terjadi di Kota Malang dan Surabaya. Dua kota di Provinsi Jawa Timur yang selama ini dikenal sangat toleran terhadap keberagaman. Malang dan Surabaya bahkan telah menjadi benteng kokoh pluralisme. Kebhinnekaan menjadi makanan sehari-sehari warganya yang terkenal bersifat egaliter ini.

6. Namun, tindakan rasisme yang ditunjukkan oleh segelintir orang di dua kota itu, baik oknum sipil maupun oknum aparat telah merusak suasana damai yang selama ini terjaga kuat.

7. Karena itu, sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil di Jawa Timur, kita meminta Presiden Jokowi tegas menindak siapa pun yang secara sengaja melakukan tindakan rasisme dan intoleran terhadap sesama warga negara. Jangan jadikan Papua sebagai proyek politik yang membahayakan kehidupan bersama.

8. Cukup sudah bangsa ini dikoyak intoleransi dan radikalisme yang selama ini terkesan dibiarkan. Jangan ditambah lagi dengan memberi ruang terhadap sikap dan tindakan berbasis rasisme. Negara harus hadir di sini.

9. Kita adalah Papua. Kita semua adalah saudara. Merah darahku, putih tulangku!