Lifestyle

Ini Penjelasan Mengapa Kulit Bayi Lebih Lembut Daripada Orang Dewasa

Ungkapan kulit halus seperti bayi yang digunakan di iklan produk perawatan mungkin membuat Anda bertanya. Sebenarnya, apa yang membuat kulit bayi lebih lembut daripada orang dewasa?

Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui jawabannya. 

Mengapa kulit bayi lebih lembut daripada orang dewasa?

kulit bayi gatal

Semua orang pasti mengetahui ketika menyentuh kulit bayi dan membandingkannya dengan kulit orang dewasa, ada perbedaan. Kulit bayi lebih lembut dan terasa halus. Perbedaan yang sangat terlihat tersebut tentu memiliki alasan yang cukup jelas dalam dunia kesehatan. 

Pertama-tama, perlu diingat bahwa fungsi kulit tetap sama untuk semua umur. Kulit berfungsi sebagai penghalang, mengawasi sistem kekebalan, proses sintesis hormon, dan menerima rangsangan dari luar. 

Seperti yang dilansir dari laman Medscape, tingkat kehalusan kulit pada bayi berbeda dengan orang dewasa karena kulit bayi mengandung air yang cukup tinggi. Bahkan, kulit mereka juga dapat menyerap lebih banyak air, sehingga terasa lebih lembut.

Hal ini dikarenakan kulit bayi berfungsi sebagai saringan dan menyaring lebih banyak senyawa asing daripada orang dewasa karena serat elastisnya lebih sedikit. 

Lapisan atas kulit bayi, yaitu epidermis, pun tidak menempel pada lapisan bawahnya, dermis. Akibatnya, epidermis bayi lebih mudah dilewati dan memiliki banyak lemak di bawah kulit mereka, sehingga lebih mudah menyerap apapun. 

Selain itu, kulit bayi tumbuh lebih cepat karena mereka harus mengikuti perkembangan dan pertumbuhan yang cukup cepat. Maka itu, kulit bayi memiliki lebih banyak fibroblast yang bekerja keras untuk membentuk kulit baru.

Kedua hal tersebut ternyata menjadi alasan mengapa kulit bayi terasa lebih lembut daripada orang dewasa. 

Namun, kulit bayi lebih rentan terkena penyakit

iritasi kulit pada bayi

Walaupun kulit bayi terasa lebih lembut daripada orang dewasa, mereka cenderung rentan terkena penyakit. 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa serat elastis kulit bayi lebih sedikit, sehingga lebih cepat menyerap zat dari luar. Selain itu, mereka lebih mudah terbakar matahari. 

Hal ini dikarenakan melanin yang melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV jauh lebih sedikit pada kulit bayi. 

Tidak seperti kulit orang dewasa, kulit bayi tidak dapat mengatur suhunya sendiri. Pada kulit orang dewasa, pembuluh darah di lapisan kulit terbawah Anda akan melebar atau menyempit sebagai tanda mengatur suhu tubuh. 

Oleh sebab itu, bayi lebih rentan terkena masalah kulit, seperti ruam yang diakibatkan oleh panasnya lingkungan. 

Tips menjaga kesehatan kulit bayi

Setelah mengetahui mengapa kulit bayi lebih lembut daripada orang dewasa dan apa risikonya, mungkin sudah saatnya mengenali bagaimana menjaga kesehatan kulit bayi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko masalah kulit yang sangat rentan terjadi pada bayi. 

1. Memandikan bayi dengan benar

kulit bayi

Salah satu tips menjaga kesehatan kulit bayi agar tetap lembut dan sehat adalah memandikannya dengan benar. 

Kebutuhan mandi bayi umumnya satu sampai dua kali sehari menggunakan air hangat. Pertama-tama, Anda dapat mengukur suhu air yang cocok dengan bayi. Setelah itu, Anda bisa berulang kali mengisi ulang air hangat ke dalam wadah mandi agar bayi tidak kedinginan. 

Supaya bayi tidak kemasukan sabun, Anda dapat mencelupkan kain ke dalam air berisi sabun untuk mencuci kepalanya dengan lembut. Jangan lupa membersihkan wajah bayi dengan kapas yang basah dan oleskan pada wajahnya dengan lembut. 

Setelah selesai, angkat bayi keluar dari bak mandi dan letakkan satu tangan di leher agar kepala anak tertopang dengan bayi. Selimuti bayi dengan handuk yang memiliki tutup kepala dan oleskan losion bayi setelah kering agar kulit tetap lembap. 

2. Memperhatikan keadaan cuaca di luar

melindungi kulit bayi dari sinar matahari

Selain memandikan bayi dengan benar, menjaga kesehatan kulit bayi dapat dilakukan dengan memperhatikan keadaan cuaca di luar. 

Normalnya, bayi di atas usia 6 bulan boleh terpapar sinar matahari setelah dioleskan tabir surya yang mengandung minimal SPF 30. Setidaknya, gunakan tabir surya tersebut 30 menit sebelum pergi keluar. 

Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko ruam yang terjadi pada bayi akibat panas karena produksi kelenjar keringat yang sedikit. Selain itu, gunakan pakaian longgar dan topi untuk menjaga kulit terpapar dari sinar matahari.

Bahkan, ketika memasuki musim hujan, biasanya cuaca lebih dingin dan membuat kulit bayi lebih cepat kering. Jangan lupa untuk mengoleskan pelembap dan memenuhi kebutuhan cairan anak agar tetap terhidrasi. 

3. Mewaspadai berbagai produk perawatan bayi

perawatan kulit bayi sensitif

Umumnya, produk perawatan yang direkomendasikan untuk bayi agar mereka terbebas dari alergi adalah produk yang tidak mengandung pewangi. Bahkan, sampo khusus bayi pun dirancang sedemikian rupa agar tidak membuat mata pedih saat dipakai. 

Selain itu, Anda perlu menjaga kulit bayi tetap lembap dengan mengoleskan losion sehabis mandi atau ketika cuaca sedang kering. 

Usahakan untuk menghindari sabun antibakteri dan memiliki pewangi karena mungkin sabun jenis seperti itu memiliki senyawa yang dapat merusak kulit mereka. 

Kulit bayi memang lebih lembut daripada orang dewasa. Namun, bukan berarti Anda tidak menjaga kesehatan kulit mereka. Tetap oleskan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit anak Anda.

The post Ini Penjelasan Mengapa Kulit Bayi Lebih Lembut Daripada Orang Dewasa appeared first on Hello Sehat.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of