Politik

Ini Alasan 39 Pasangan di Ponorogo Dulunya Hanya Nikah Siri

Ini Alasan 39 Pasangan di Ponorogo Dulunya Hanya Nikah Siri.

Ponorogo (beritajatim.com) – Untuk kali pertama di Kabupaten Ponorogo dilakukan sidang itsbat.

Sidang itsbat nikah dilakukan agar pasangan yang sebelumnya hanya melakukan nikah siri, bisa dinyatakan sah pernikahannya dan memiliki kekuatan hukum.

Sedikitnya ada 39 pasangan yang pada hari Jumat (5/8) melakukan sidang itsbat nikah. Jumlah tersebut tersebar di 3 tempat, yakni Kecamatan Jetis, Kecamatan Sukorejo dan Kecamatan Pulung.

“Anggota kami disebar di 2 wilayah, yakni di Jetis, Sukorejo dan Pulung untuk melakukan sidang itsbat nikah ini,” kata Ketua Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Ponorogo, Ali Hamdi, Jumat (5/8/2022).

Ali Hamdi menyebut banyak alasan para pasangan ini sebelumnya hanya melakukan nikah siri atau nikah secara agama. Alasan mereka antara lain karena tidak mengetahui aturan yang ada. Itu terlihat dari lamanya pernikahan siri yang sudah mereka jalani.

Tercatat, kata Ali Hamdi paling lama nikah siri sejak tahun 1965. Sehingga sekarang ini anaknya sudah ada 4 orang dan sudah dewasa semua.

“Karena tidak tahu aturan ini, ada yang paling lama menikah siri pada tahun 1965. Baru sekarang ada program sidang itsbat nikah, mereka kita ikutkan,” ungkap pejabat yang murah senyum tersebut.

Alasan kedua karena mereka keberatan biaya yang dikeluarkan untuk dicatatkan di arsip negara. Sehingga mereka memilih untuk nikah siri. Dengan pertimbangan itu, dalam pelaksanaan sidang itsbat nikah kali ini, biayanya ditanggung oleh Baznas Ponorogo.

“Alasan ketiga ya karena ada persoalan pasangan itu sendiri. Ada yang KTP-nya terlibat disana dan lain sebagainya,” katanya.

Alasan persoalan masing-masing pasangan ini seperti yang dialami oleh Heru Waskito dan Lilik Jayanti, keduanya merupakan warga dari Kelurahan Patihan Wetan Kecamatan Babadan Ponorogo. Mereka melakukan nikah siri sejak tahun 2019 lalu.

Bukan tanpa sebab mereka hanya melakukan nikah siri tersebut, pasalnya status di kependudukan masih punya istri.

Sebab Ia belum bercerai dengan istrinya yang sebelumnya menikah di tahun 2016 lalu. Setelah menikah, Heru ditinggal istrinya bekerja ke luar negeri. Jarang ada kabar selama kurang lebih ini. Sehingga Ia mengalami kesepian, hingga ketemu istrinya yang sekarang.

“Sah cerai sudah 1 tahunan ini, mantan istri juga sudah punya suami baru. Alhamdulillah, hari ini disahkan menjadi suami dari Lilik,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, terselenggaranya sidang itsbat nikah ini tidak lepas dari koordinasi dengan berbagai pihak.

Baca Juga:

  • Penjual Bakso yang Jual Istri Ternyata Belum Satu KK
  • Usai Setubuhi Siswi SD, S Mengaku Telah Nikah Siri
  • Oknum Perangkat Desa di Gresik Nikah Siri, Kades Janji Segera Lapor Bupati
  • Nikah Siri Tanpa Seizin Isteri Pertama, Pejabat BUMN Divonis 14 Bulan

Mulai dari Pengadilan Agama (PA), Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Baznas Ponorogo. Instansi-instansi tersebut berusaha untuk menyelesaikan problema yang ada di masyarakat. Yakni terkait administrasi perkawinan.

“Dengan sidang itsbat nikah ini, pasangan ini sudah tertin administrasi. Sehingga ke depan bisa membuka pintu untuk anak keturunannya mempunyai administrasi kependudukan,” kata Ali Hamdi.

Usai menjalani sidang itsbat nikah ini, 39 pasangan ini langsung mendapatkan surat nikah. Selain itu, Dispendukcapil juga merubah data kependudukannya. Baik itu KTP, KK sampai keturunannya bisa diupayakan untuk mendapatkan akta kelahiran.(end/ted)





Ikuti kami di google berita https://bit.ly/3vWew0y
#beritaviral #jawatimur #viral #berita #beritaterkini #terpopuler #news #beritajatim #infojatim #newsupdate #FYI