Ekonomi

Harga Minyak Akan Mencapai 100 Dollar AS per Barel

Meskipun Arab Saudi berupaya menjaga harga minyak dunia, dengan produksi minyak bumi di Venezula

Harga Minyak Akan Mencapai 100 Dollar AS per Barel

Google Berita – Meskipun Arab Saudi berupaya menjaga harga minyak dunia, dengan produksi minyak bumi di Venezula yang berhenti total dapat memunculkan kemungkinan harga minyak menukik hingga 100 dollar AS per barel dalam waktu dekat.

Harga minyak di pasaran telah meningkat secara stabil sejak tahun lalu, dengan Brent yang mencapai harga tertingginya 80 dollar AS per barel bulan ini.

Gejolak pada harga minyak dimotori oleh pengetatan produksi minyak oleh OPEC dan meningkatnya permintaan global.

Meskipun beberapa waktu belakangan, harga minyak kembali turun karena munculnya kekhawatiran terhadap kelebihan pasokan (oversupply).

“Saya pikir Arab Saudi, negara-negara OPEC dan Rusia telah mencapai tujuannya untuk membersihkan pasar minyak dunia,” ujar investment comitte member dari QUilvest Weath Management Bob Parker, dikutip melalui CNBC.

Dirinya melanjutkan alasan negara-negara produsen minyak tersebut menghindari menukinya harga minyak hingga 100 dollar AS per barel adalah untuk menghindari anjloknya kondisi pasar minyak dunia.

Kekhawatiran akan kondisi inimendorong Arab Saudi dan Rusia melakukan diskusi terkait kemungkinan untuk meningkatkan produksi hingga 1 juta barel per hari.

Ditambah lagi, Amerika juga diberitkana akan meningkatkan produksi minyak mereka.

Sehingga, pada Senin (28/5/2018) pagi waktu setempat, Brent diperdagangkan pada kisaran 75 dollar As per barel, turun 1,4 persen. Sementara West Texas Intermediate turun 1,7 persen menjadi 66,72 dollar AS per barel.

Walaupun demikian, penurunan ini hanya bersifat sementara. Parker melanjutkan, kolapsnya Venezuela hingga mereka tidak lagi memroduksi minyak sangat potensial untuk mendorong harga minyak dunia hingga 100 dollar AS per barel.

Hasil produksi minyak Venezuela sangat rendah beberapa tahun belakangan, karena krisis ekonomi yang menyebabkan kekurangan bahan pangan dan lonjakan inflasi.

Produksi minyak mentah di Amerika Latin telah jatuh hingga 1,4 juta barel per hari beberapa bulan belakangan. Angka ini menunjukkan penurunan hingga 40 persen dari tahun 2015 lalu.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of