Politik

Hadiri Haflah dan Resmikan Graha Ponpes Masda Paciran Lamongan, Mendes PDTT Gus Halim Sampaikan Ini

Hadiri Haflah dan Resmikan Graha Ponpes Masda Paciran Lamongan, Mendes PDTT Gus Halim Sampaikan Ini.

Lamongan (beritajatim.com) – Menteri Desa (Mendes), Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar menghadiri kegiatan Haflah Akhirussanah di Pondok Pesantren Maslakul Huda (Masda) sekaligus Peresmian Gedung Graha KH. Nur Salim, Dusun Dengok, Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, Lamongan.

Dalam kesempatan ini, Gus Halim— panggilan akrab Abdul Halim Iskandar, menyampaikan bahwa sanad pesantren menjadi suatu hal yang sangat penting. Pasalnya, hal ini akan mempengaruhi bagaimana kualitas seorang santri nantinya.

“Urusan sanad itu penting, kalau memondokkan putra-putrinya jangan sembrono. Saat ini banyak pondok yang tak jelas sanadnya, sehingga pesantren tersebut kerap berlawanan dengan ideologi bangsa dan negara,” ujar Gus Halim, Jumat (1/7/2022).

Tak cukup itu, Gus Halim juga menjelaskan mengenai alasan pentingnya memilih pesantren yang memiliki sanad yang jelas. Dengan sanad yang jelas, menurutnya, maka guru dan ilmu yang didapat di pesantren ini pun dapat dipastikan akan berkah dan bermanfaat.

“Ilmu dan guru pun harus punya sanad yang jelas. Saya yakin para guru dan kiai di ponpes pasti mendoakan para murid atau santrinya. Sehingga ilmu yang didapat juga berkah. Itulah bedanya pendidikan di ponpes dengan pendidikan di sekolah umum,” tuturnya.

Oleh sebab itu, kakak kandung dari Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar ini mewanti-wanti kepada para orang tua atau wali murid untuk lebih berhati-hati dan waspada dalam memilih pondok pesantren bagi anak-anaknya.

“Sampun leres (sudah benar), menitipkan anak di Ponpes Maslakul Huda ini. Semoga ponpes ini santrinya tambah banyak, dilimpahkan keberkahan dan kemanfaatan. Juga saya ucapkan selamat atas terlaksananya wisuda ini. Semoga para wisudawan diberikan ilmu yang bermanfaat, sholeh dan sholehah,” katanya.

Lebih lanjut, cicit dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus pendiri Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang, KH Bisri Syansuri ini menceritakan tentang berkah yang ia dapatkan dari pesantren. Dengan pendidikan pesantren, imbuh Gus Halim, ia tak merasa canggung ketika menjabat sebagai seorang Menteri sekalipun.

“Saya sejak kecil gak pernah keluar ponpes. Tapi Alhamdulillah saya tidak canggung saat menjadi Ketua DPRD Jombang, Ketua DPW PKB Jawa Timur, hingga Menteri. Kekuatan itu saya dapat dari Ponpes. Karena lewat pesantren, saya punya banyak jaringan dan relasi, serta mengetahui banyak karakter dan latar belakang masyarakat. Sehingga saya juga faham sikap seperti apa yang harus diambil saat bergaul dan bermasyarakat,” paparnya.

Mendes PDTT, Gus Halim saat hadiri Haflah dan meresmikan Gedung Graha di Ponpes Maslahul Huda Paciran, Lamongan, Jumat sore (1/7/2022).

Setelah memberikan sambutan Haflah Akhirussanah dan menutupnya dengan 3 kali pantun, Gus Halim kemudian menandatangani prasasti Gedung Graha KH. Nur Salim, dan secara simbolis meresmikan Gedung yang berada di Ponpes Maslakul Huda tersebut.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Maslakul Huda Paciran, KH. Ahmad Masruri Nur Salim menyampaikan rasa terimakasihnya atas kehadiran Mendes PDTT dalam kegiatan ini.

Kiai yang akrab dipanggil Kiai Masruri ini menuturkan bahwa Ponpes Maslakul Huda terus melakukan inovasi dalam dunia pendidikan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan kontribusi yang nyata kepada masyarakat.

“Kami terus melakukan inovasi dalam dunia pendidikan, dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Tiap tahun kita terus melakukan evaluasi dan inovasi agar kontribusi Ponpes Masda kepada masyarakat lebih baik dan bermanfaat,” tuturnya.

Mendes PDTT, Gus Halim saat hadiri Haflah dan meresmikan Gedung Graha di Ponpes Maslahul Huda Paciran, Lamongan, Jumat sore (1/7/2022).

Mengenai keberadaan Gedung Graha yang baru saja diresmikan oleh Mendes ini, Kiai Masruri mengatakan bahwa gedung ini diperuntukkan bagi Madrasah Bilingual. Sehingga, nantinya santri yang menempuh pelajaran di madrasah ini akan lebih cakap dan unggul, utamanya dalam kemampuan berbahasa asing.

“Di ponpes ini, santri yang mukim maupun non mukim totalnya ada 1200-an santri. Lalu untuk keberadaan Graha KH. Nur Salim ini memang diperuntukkan bagi pengembangan Madrasah Bilingual. Diharapkan, nantinya para murid atau santri bisa jadi semakin unggul dan berprestasi,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya Anggota DPRD Jatim Fraksi PKB KH. Makin Abbas dan Hj. Ufiq Zuroida, Ketua DPRD Lamongan yang juga Ketua DPC PKB Lamongan H. Abdul Ghofur beserta jajaran, Dewan Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Lamongan beserta banomnya, dan puluhan Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Lamongan.[riq/ted]





Ikuti kami di google berita https://bit.ly/3vWew0y
#beritaviral #jawatimur #viral #berita #beritaterkini #terpopuler #news #beritajatim #infojatim #newsupdate #FYI