Politikwhisnu sakti

Gerbangkertosusila Diprediksi Bakal Seperti Jabodetabek

googleberita

Surabaya (beritajatim.com) – Lima tahun ke depan, kondisi Surabaya dan sekitarnya diprediksi tidak jauh berbeda dengan kawasan Jabodetabek. Kemacetan bakal mendominasi jalanan. Hal itu diungkapkan oleh Kaprodi Sosiologi Unesa, Sri Sadewo.

“Saya pernah uji coba itu, duduk di daerah Gedangan jam 7 pagi. Selama 15 menit, ada sekitar seribu kendaraan bermotor yang melintas mengarah ke Surabaya. Bayangkan bagaimana kalau satu jam dan 5 tahun ke depan,” kata Sadewo.

Berkaca dari hal itu, Ia mengungkapkan jika saat ini Kota Surabaya memerlukan moda transportasi massal yang terintegrasi. Bukan hanya untuk kawasan Surabaya saja, melainkan dengan kawasan Gerbangkertosusila (Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan).

Baca Juga:

  • Trotoar di Surabaya Makin Ramah Pejalan Kaki
  • Pemkot Surabaya Terus Sisir Keluarga KPPS Meninggal
  • Menanti Keseriusan Pemkot untuk Kawasan Tanpa Rokok di Surabaya
  • Whisnu Sakti Sebut Tata Ruang Kota Surabaya Perlu Dikaji Ulang
  • Surabaya Bakal Bebas dari Wilayah Kumuh

“Ya kalau nggak mau macet seperti Jabodetabek itu perlu. Terlebih dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Gerbangkertosusila dan pembentukan tim taskforce terkait penyediaan transportasi publik termasuk opsi MRT-LRT oleh Gubernur Khofifah,” beber Sadewo.

“Momentum ini, Surabaya tidak boleh pasif. Harus aktif dan jadi pioneer dalam pembangunannya. Karena, bagaimanapun juga, Surabaya ini adalah pusat dari wilayah itu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sadewo juga mengungkapkan jika rencana pembangunan Subway dan LRT yang diinisiasi oleh Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana merupakan gagasan linier dengan Perpres itu. “Sangat sinkron itu sudah. Dengan begitu, bakal terkoneksi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kebutuhan akan transportasi publik yang memadai disebut Whisnu Sakti bakal menjadi fokus utamanya apabila mendapatkan amanah dari masyarakar untuk melanjutkan kepemimpinan Wali Kota Risma di Pilwali Surabaya 2020.

“Diantaranya, sudah mulai kita buat perencanaan terkait subway sebagai sistem transportasi massal yang modern dan ramah lingkungan,” ujarnya.

“Subway itu untuk kawasan utara hingga selatan. Sedangkan untuk kawasan timur ke barat, kita buat perencanaan untuk monorail. Ini penting demi pemantapan Surabaya sebagai pusat perdagangan barang dan jasa di tingkat regional hingga global,” pungkas Whisnu Sakti. [ifw/kun]