lamonganPolitik

Gerbang Tani Dikenalkan ke Petani Millenial Lamongan

beritajatim.com Gerbang Tani Dikenalkan ke Petani Millenial LamonganA.Thoriq Hidayatullah



Lamongan (beritajatim.com) – Dewan Pengurus Cabang Gerakan Bangkit Tani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani) Lamongan menggelar Kongkow Rembug Tani bersama petani millennial di kawasan Bengawan Njero (Kawasan pertanian dan Tambak), Sabtu (14/11/2021) malam.

Diketahui, kongkow tersebut sebagai langkah awal pengenalan dan sosialiasi Gerbang Tani kepada masyarakat tani di Kabupaten Lamongan. Turut hadir dalam Kegiatan ini yakni Billy Aries (Sekretaris Jendral DPN Gerbang Tani) dan H. Ali Afandi (Anggota DPRD FPKB Lamongan dapil V).

Dalam acara tersebut, Ketua DPC Gerbang Tani Kabupaten Lamongan, M. Syukrillah mengenalkan Gus Muhaimin selaku Dewan Pembina Gerbang Tani Nasional, sekaligus menyampaikan beberapa kerja-kerja advokasi Gerbang Tani yang disalurkan melalui Gus Muhaimin di DPR RI.

“Kami berharap dengan Rembug tani bersama masyarakat langsung ini dapat menampung aspirasi-aspirasi, ide, dan gagasan petani yang nantinya menjadi rekomendasi kami kepada DPN Gerbang Tani, anggota DPR, dan Gus Muhaimin agar dapat membantu merealisasikannya melalui aturan-aturan dan kebijakan yang menguntungkan masyarakat tani,” ungkap pria yang akrab disapa Ariel tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjend DPN Gerbang Tani, Billy Ariez mengajak peserta kongkow untuk tetap optimis dan terus semangat dalam meningkatkan perekonomian melalui pertanian. “Di tengah kondisi pandemi yang sulit seperti saat ini, petani harus tetap optimis, semangat, mandiri dan selalu berkarya dalam meningkatkan perekonomian melalui pertanian,” tutur Billy.

Selain itu, Billy juga mengajak peserta untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan baik agar dapat meminimalisir terjadinya bencana, baik bencana alam maupun non alam di masa yang akan datang.

Antusias yang terpancar dari peserta kongkow tersebut begitu luar biasa, hal itu tampak jelas dari sejumlah ide dan gagasan yang disampaikan mereka tentang pertanian di kawasan yang menjadi langganan banjir setiap tahunnya tersebut.

Salah satu ide dan gagasan tersebut yakni tentang perairan yang tidak stabil, sehingga hal itu menjadi faktor penghambat yang menyulitkan petani untuk meningkatkan hasil tani dan perekonomiannya. Ketidakstabilan itu lantaran kawasan Bengawan Njero secara geografis berada di titik paling rendahnya kabupaten Lamongan.

Baca Juga:

  • Menko Airlangga: Kebijakan Mandatori B30 Terbukti Untungkan Petani Sawit
  • Sayur Unggulan Petani Pudak Sulit Keluar Ponorogo, Begini Solusinya
  • Petani: Kepala Disperta Jember Jangan Dijabat ‘Petugas Lillahi Taala’
  • Menko Airlangga Apresiasi Terobosan Pemda Kalsel, Bantu Isoman Covid-19 dengan Hasil Panen Petani
  • Pemkab Jember Tarik Combine Pengolahan Padi, Petani Mengeluh

Akibatnya, kerap terjadi banjir besar saat musim penghujan hingga menenggelamkan area lahan pertanian setempat. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh aktivis komunitas BJL (Bengawan Jero Lamongan), M. Hamim saat kongkow. Menurutnya, banjir mengakibatkan banyak petani di kawasan Bengawan Njero ini gagal panen.

“Di musim seperti ini, banyak lahan pertanian yang sudah mulai terendam banjir, padahal padi belum di panen. Di sisi lain bagi petani yang hendak menebar benih ikan juga merasa kesulitan, karena tambak mereka sudah tergenang banjir yang disebabkan hujan beruntun setiap harinya,” tandasnya.

Tak hanya itu, para petani yang hadir dalam kongkow ini juga berharap besar kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan agar bekerja lebih keras untuk menangani masalah air di kawasan tersebut. Tiap tahun, tidak hanya pertanian saja yang dirugikan, namun aktivitas pendidikan dan perekonomian turut lumpuh karena debit air terlalu tinggi saat banjir.

Lebih lanjut, hal lain yang juga disebutkan petani setempat adalah terhambatnya transportasi darat dan transportasi air yang disebabkan oleh bangunan baru yang dibuat tidak didasari dengan aspek jangka panjang. Menyikapi hal itu, anggota FPKB Lamongan H. Ali Afandi yang turut hadir menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya atas ide-ide serta masukan dari para peserta kongkow dan rembug tani tersebut.

“Terimakasih atas ide, gagasan dan juga saran yang telah disampaikan teman-teman. Tentu, usulan dan masukan akan kami sampaikan dan upayakan semaksimal mungkin, agar Pemerintah Kabupaten Lamongan segera melakukan langkah-langkah taktis dan strategis dalam mengatasi masalah-masalah pertanian di kawasan bengawan Njero,” terangnya.

Sebagai informasi, acara kongkow ini terlaksana karena harapan besar dari masyarakat kepada Gus Muhaimin selaku dewan Pembina Gerbang Tani yang sekaligus Wakil Ketua DPR-RI, agar dapat membantu memecahkan problematika yang dialami masyarakat Bengawan Njero Lamongan setiap tahunnya. [riq/suf]




The post Gerbang Tani Dikenalkan ke Petani Millenial Lamongan first appeared on beritajatim.com.