Lifestyle

Gen Ibu dan Gen Ayah, Mana yang Menyebabkan Hamil Kembar?

Kondisi genetik orangtua menentukan banyak hal dalam kehamilan, mulai dari ciri fisik yang akan dimiliki anak, kesehatan janin, risiko penyakit, hingga peluang ibu mengalami kehamilan kembar. Gen penentu anak kembar bahkan terbilang lebih unik karena sifatnya bisa menurun dalam keluarga dan tidak banyak orang yang memilikinya.

Gen ibu dan ayah pun mempunyai peran masing-masing pada kehamilan kembar. Lalu, gen siapakah yang lebih dominan sehingga membuat kehamilan kembar dapat terjadi?

Peran gen orangtua dalam kehamilan anak kembar

kembar fraternal kembar tidak identik

Sebelum membahas gen siapa yang lebih dominan dalam menentukan hamil kembar, pertama-tama Anda perlu memahami jenis hamil kembar yang dimaksud. Pasalnya, kehamilan kembar terbagi menjadi dua jenis, yakni:

1. Kembar identik

Kembar identik, atau disebut pula kembar monozigotik, terjadi saat satu sel telur dibuahi oleh satu sperma. Proses pembuahan menghasilkan zigot, tetapi zigot membelah menjadi dua embrio yang berbeda. Alhasil, terbentuklah dua janin dengan susunan genetik dan jenis kelamin yang sama.

Kembar identik biasanya tidak bersifat genetik. Namun, National Library of Medicine AS pernah melaporkan beberapa kasus keluarga yang memiliki banyak keturunan kembar identik. Mereka memiliki anak kembar identik dengan jumlah lebih banyak dibandingkan yang diperkirakan.

Diduga, ada gen tertentu yang memengaruhi lengketnya sel dan memicu pembelahan sel telur sehingga dihasilkan anak kembar. Walau demikian, hal ini masih dugaan sementara. Penyebab kembar identik hingga kini belum diketahui secara pasti.

2. Kembar fraternal

Disebut juga kembar dizigotik, kembar fraternal terjadi saat dua sel telur dibuahi oleh dua sel sperma dalam sebuah siklus menstruasi. Anak kembar identik dapat berjenis kelamin sama atau beda. Tingkat kemiripannya pun tidak sebesar anak kembar identik.

Kembar fraternal diduga kuat berkaitan dengan faktor genetik. Ada sebuah gen yang memicu pelepasan lebih dari satu sel telur dalam sebuah siklus menstruasi. Padahal, ovarium normalnya hanya mengeluarkan satu sel telur untuk dibuahi.

Dugaan tersebut diperkuat oleh sejumlah penelitian tentang peluang kembar fraternal. Apabila ibu atau saudara perempuan Anda memiliki kembaran fraternal, peluang Anda untuk mengandung anak kembar fraternal ternyata meningkat dua kali lipat.

Dari siapa gen anak kembar berasal?

Mengenal PLI, Terapi untuk Istri yang Tolak Sperma Suami (ASA/antibodi antisperma)

Beberapa ilmuwan asal Vrije University Amsterdam, Belanda, meneliti DNA dari 1.980 ibu yang melahirkan anak kembar fraternal. Selain itu, mereka juga meneliti DNA dari 12.953 orang yang tidak memiliki riwayat anak kembar dalam keluarganya.

Mereka menemukan bahwa wanita yang memiliki variasi pada gen yang dinamakan FSHB dan SMAD3 berpeluang 29 persen lebih tinggi melahirkan anak kembar dibandingkan wanita yang tidak mempunyai variasi tersebut.

Para ilmuwan tersebut melakukan penelitian lebih lanjut terhadap gen FSHB. Gen ini merangsang produksi follicle-stimulating hormone (FSH). Pelepasan FSH memicu keluarnya sel telur dari ovarium yang menandakan pertengahan siklus menstruasi.

Menurut hasil pengamatan, wanita yang fungsi gen FSHB-nya berubah memiliki kadar FSH yang lebih tinggi dalam darahnya. Para wanita ini kemungkinan melepaskan dua sel telur sekaligus sehingga lebih berpeluang mengandung anak kembar fraternal.

Sementara itu, gen SMAD3 mempunyai peran lebih kecil dalam menentukan kehamilan anak kembar, tapi gen ini membantu tubuh dalam merespons FSH. Ini sebabnya gen SMAD3 ikut diperhitungkan sebagai faktor yang meningkatkan peluang hamil kembar fraternal.

Mengacu hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ‘gen anak kembar’ berasal dari ibu. Gen ibu tidak mendominasi gen ayah, tapi hanya ibu yang dapat melepaskan dua sel telur dari ovarium sehingga memungkinkan terjadinya kembar fraternal.

Bisakah pria yang kembar fraternal memiliki anak kembar juga?

ayah asi

Jika Anda adalah pria yang memiliki riwayat kembar fraternal, Anda kemungkinan juga mempunyai gennya. Akan tetapi, Anda tidak bisa memiliki anak kembar bila istri Anda tidak mempunyai riwayat kembar fraternal, sebab gen tersebut tak ada pada DNA-nya.

Anda tidak bisa mengirimkan gen kembar fraternal kepada istri Anda dan membuatnya melepaskan dua sel telur sekaligus. Dengan kata lain, gen kembar fraternal tidak akan berpengaruh apa-apa bila asalnya dari pihak ayah.

Anda hanya dapat menurunkannya kepada anak perempuan atau cucu perempuan. Gen tersebut akan meningkatkan peluang mereka melepaskan dua sel telur sehingga kehamilan dapat terjadi.

Walau demikian, peluang kehamilan kembar juga dipengaruhi oleh usia kehamilan, ras, berat badan, dan riwayat kesehatan reproduksi. Guna memastikan peluangnya pada silsilah keluarga, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan.

The post Gen Ibu dan Gen Ayah, Mana yang Menyebabkan Hamil Kembar? appeared first on Hello Sehat.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of