Politik

Fraksi Pandekar Soroti Bupati Faida Soal Dua Hal

googleberita

Jember (beritajatim.com) – Baru dilantik, Ketua Fraksi Pandekar DPRD Jember Agusta Jaka Purwana langsung menyoroti Bupati Faida soal dua hal.

Pertama, soal ketidakhadiran Faida dalam pelantikan anggota DPRD Jember 2019-2024, Rabu (21/8/2019). “Ketidakhadiran beliau menjadi catatan tersendiri. Bagaimana pun DPRD ini adalah wakil rakyat dan kami mitra sejajar dengan bupati,” kata Agusta.

“Malah Sabtunya beliau hadir dalam pelantikan sebuah ormas. Tapi di pelantikan kami tidak hadir,” kata Agusta.

Saat itu semua anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jember hadir. Sementara Pemerintah Kabupaten Jember diwakili Wakil Bupati Abdul Muqit Arief. Faida tidak hadir karena sedang ada acara di Makassar.

Agusta menilai, ketidakhadiran Bupati Faida ini merupakan bentuk ‘pelecehan’. “Kami simbol wakil rakyat. Ketika kami mulai bertugas, bupati tidak hadir. Presiden ketika ada kegiatan apapun berkaitan DPR RI, acara kenegaraan beliau pasti hadir. Ini ada acara kenegaraan, level kabupaten, kok beliau tak hadir,” katanya.

Sorotan kedua adalah ketidakhadiran Bupati Faida saat gelombang pertama pemilihan kepala desa serentak Kamis (5/9/2019) kemarin. Kali ini ia berada di Filipina.

“Amat sangat tidak pas sebagai pimpinan. Saya yakin bupati sudah mengoordinasikan. Tapi bagaimana pun kehadiran fisik seorang pemimpin ini perlu kala masyarakatnya sedang ada konstalasi,” kata Agusta. Padahal, pilkades cukup rawan.

Baca Juga:

  • Kepala BPBD Jember Daftar Jadi Cabup di PDIP
  • Halal Bihalal, Alumni PMII Mulai Bicara Pilkada Jember
  • Gus Syaif: Jember Butuh Bupati Baru
  • Muhammadiyah Ingin Cabup Jember Tidak Tiru Raja Namrud

Menurut Agusta, seorang bupati pasti punya skala prioritas. “Kecuali dipanggil presiden atau keadaan memaksa beliau berangkat ya berangkat. Tapi kalau keadaan landai-landai saja tidak terlalu genting, ya bisa diwakilkan. Yang pasti punya skala prioritas,” katanya. [wir/but]