Politik

FPGM Tolak Pemerintah Naikkan Kuota Impor Garam

googleberita

Sampang (beritajatim.com) – Forum Petani Garam Madura (FPGM) menolak kebijakan pemerintah atas kenaikan kuota impor garam. Karena mengancam terhadap ekonomi rakyat khususnya petani garam.

Ketua FPGM, Muhammad Yanto mengatakan kenaikan impor garam mencapai 2,92 juta ton tahun 2019. Jumlah ini meningkat sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya impor sekitar 2,75 juta ton.

“Kalau menurut versi kami impor garam ini bukan kebijakan, tapi itu pembunuhan terhadap ekonomi rakyat,” terangnya, Senin (17/2/2020).

Baca Juga:

  • HPP Garam Masih Buram, Petani Kelimpungan
  • Cuaca Mendukung, Petani Garam Sumenep Bisa Panen Akhir Mei
  • Pemuda Kalianget Nilai Festival Garam Tak Layak Disebut Festival
  • Jelang Panen, Harga Garam Rakyat Sumenep Anjlok

Ia berharap agar kebijakan pemerintah terkait kouta impor garam segera dicabut dan direvisi, karena bukan kitab suci serta tidak sesuai dengan kebutuhan. Ditambah hasil produksi garam petani dari 2018 hingga 2019 masih menumpuk.

“Hingga kini hasil produksi garam yang belum terserap milik petani ada sekitar 302 ton untuk Petani garam Sampang, sementara untuk se Madura kisaran 450 ribu ton,” tandasnya.[sar/ted]