PolitikTeknologi

Fakta di Balik Racun Kalajengking Senilai Rp 145 Miliar

Google Berita – Baru-baru ini fakta mengenai mahalnya racun dari kalajengking telah membuat heboh semua lapisan masyarakat, setelah sebelumnya Sang Presiden Jokowi yang menyebutkan bahwa racun kalajengking adalah zat dengan nilai jual termahal mencapai Rp 145 miliar per liternya.

“Ada fakta yang menarik yang saya dapat dari informasi yang saya baca.”

“Komoditas yang paling mahal di dunia sekarang ini adalah racun dari scorpion, racun dari kalajengking.”

“Harganya 10,5 juta USD per liter, artinya berapa, Rp 145 miliar per liter.”

“Jadi Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Wali Kota, kalau mau kaya, cari racun kalajengking,” yang diucapkan Presiden Jokowi di hadapan para kepala daerah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin 30/04/18.

Dari informasi yang dapat dikumpulkan, seorang ilmuan dalam ahli evolusi racun di Natural History Museum London, dr Ronald Jenner mencoba membantu kita untuk menjelaskan fakta yang dapat ditemukan dalam racun kalajengking tersebut.

Pada satu titik semua makhluk hidup akan melakukan perkembangan biak dalam usahanya meneruskan spesies atau keturunan, dan untuk mencapai tahap tersebut tidak semua makhluk memilki hubungan romansa dalam usahanya menemukan pasangan atau bereproduksi baik dengan pasangannya. Bahkan dari beberapa jenis spesies yang melakukan perkawinan tampak mengikut sertakan kegiatan saling menyerang atau tidak menutup kemungkinan bahwa pasangannya akan mati setelah melakukan perkawinan.

Pernyataan Dari Dunia Medis Mengenai Racun Kalajengking

Dalam suatu pernyataannya, dr Ronald Jenner menyebutkan bahwa beberapa spesies kalajengking memiliki cara lain untuk masa perkawinannya. Dimana akan terjadi proses saling merayu dan terdapat serangan diantara pasangan tersebut.

Kalajengking jantan pada umumnya akan melakukan tarian yang menuntun sang betina dalam proses pendekatannya, yang dikenal dengan sebutan promenade à deux. Yang kemudian akan memeluk sang betina dengan cakar besarnya pada proses pendekatan tersebut sang jantan akan menyengat sang betina.

“Sebuah sengatan seksual timbul akibat proses perkawinan terjadi pada banyak jenis kalajengking. Namun pada umunya kita tidak akan mengetahui apakah sengatan yang dilakukan kalajengking jantan tersebut mengandung racun atau sengatan kering,” ungkap Jenner.

Pada beberapa jenis kalajengking terdapat dua jenis racun, yakni pra racun yang terdapat kandungan garam dan digunakan sebagai usahanya untuk mempertahankan hidup yang bersifat menyakitkan, dan racun penuh yang mengandung protein yang dapat menyebabkan efek biologis seperti melumpuhkan lawan atau mangsa.

“Menurut beberapa para ilmuan yang menyebutkan bahwa sengatan seksual pada proses perkawinan hanya menggunakan jenis pra racun. Namun beberapa pertanyaan pun timbul. Mengapa sengatan tersebut dapat membuat tenang bagi si betina? dan kemungkinan besar yang dapat disimpulkan bahwa si betina juga memiliki jenis sengatan yang mematikan.”

Namun tanpa kita sadari semua racun yang diproduksi makhluk hidup pada awalnya sebagai suatu sifat untuk mempertahankan hidup. Dan tak menutup kemungkinan yang terdapat pada racun kalajengking yang dapat menjadi sebuah obat untuk penyakit tertentu melalui proses nanoteknologi. Salah satu kandungan yang terdapat di racun kalajengking adalah Peptida, yang memiliki sifat untuk memicu kematian sel dengan pembentukan pori-pori dalam membran biologis(makhluk). Sifat mematikan sel tersebut dapat berguna jika dalam ilmu medis dapat digunakan sebagai alat untuk menargetkan beberapa sel mematikan yang ada di tubuh manusia, seperti sel tumor dan sel kanker.

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of