Politik

Doktor Komunikasi Unej Soroti Narasi Nasdem Terhadap LPP APBD Jember 2020








Jember (beritajatim.com) – Muhammad Iqbal, doktor ilmu komunikasi Universitas Jember, menilai, Fraksi Nasional Demokrat memiliki narasi yang berbeda dalam pandangan umum terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Tahun 2020.

Iqbal menilai, secara umum, tujuh fraksi di DPRD Jember memiliki pandangan yang sama frekuensinya dengan spirit slogan Bupati Jember Hendy Siswanto, Wes Wayahe Mbenahi Jember. “Sebuah modal politik sekaligus modal sosial yang sangat besar artinya bagi terciptanya harmoni komunikasi politik antara kekuasaan eksekutif dan legislatif,” kata Iqbal, Sabtu (3/7/2021).

 

Menurut Iqbal, tentu ini menjadi modal penting untuk mewujudkan harapan perubahan yang jauh lebih baik lagi buat nasib masyarakat Jember. Pasalnya, pada masa pemerintahan bupati sebelumnya terjadi disharmoni dan berujung pada pemakzulan.

Namun, di tengah semangat yang sama itu, Iqbal menemukan sesuatu yang menarik. “Dari tujuh fraksi, ada enam Fraksi yang menegaskan bahwa LPP APBD 2020 dikaitkan dengan Opini Tidak Wajar dari Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan RI. Sedangkan Fraksi Nasdem dalam materi pandangannya ternyata sama sekali tidak menyinggung hasil opini BPK itu,” katanya.

Menurut Iqbal, keenam fraksi kecuali Nasdem menyoroti besaran jumlah anggaran di LPP APBD itu yang sudah diopinikan tidak wajar oleh BPK RI. “Sementara, Fraksi Nasdem justru memilih narasi atas postur pendapatan dan Belanja bi APBD itu dengan memberikan penilaian atau gambaran secara umum atas angka yang ‘cukup baik’,” katanya.

Baca Juga:

  • Empat Strategi Legislator Nasdem agar Jember Tak Punggungi Lautan
  • PKS: Anggota Baru DPRD Jember Harus Ngebut
  • Program Satu Desa Satu Dosen di Jember Saat Pandemi Jadi Sorotan
  • Nasdem: Olahraga Jember Tidak Boleh ‘Kaleng-Kaleng’

Ada dua narasi atau diksi lainnya, yang menurut Iqbal, menarik didiskusikan dari pandangan umum Fraksi Nasdem. Pertama adalah pernyataan ‘rendahnya serapan anggaran di tahun 2020 tidak terlepas dari proses politik yang banyak menyita energi dan pikiran, selain itu seringkali proses perencanaan hanya bersifat formalitas belaka, keterlambatan proses penyusunan RAPBD baik kepada DPRD termasuk Gubenur, DPRD tidak menjalankan Fungsinya dengan baik’.

“Tentu ini menarik untuk kita diskusikan lebih lanjut. Bagaimana mungkin lembaga legislatif yang punya fungsi pengawasan kepada eksekutif justru ‘menghakimi’ dengan mengakui sendiri kalau selama ini tidak menjalankan fungsinya dengan baik?” kata Iqbal.

Pernyataan lainnya yang juga menarik, adalah ‘pada umumnya pemda yang mengalami keterlambatan APBD adalah adalah daerah tertinggal, sehingga perlu fasilitasi dan pengawasan lebih intensif dari pemprov maupun pemerintah pusat. Namun sebenarnya yang utama adalah komitmen, dan justri inilah yang paling sulit. Proses politik berbiaya tinggi barangkali menjadi akar’.

Iqbal mengatakan, sebuah narasi komunikasi politik yang dalam bahasa filsuf Jürgen Habermas mengandung sensitizing concepts, atau konsep sensitif yang menaruh kepekaan pada konstelasi dinamika politik di Jember pada masa bupati sebelumnya

“Timbul pertanyaan untuk kita diskusikan lebih lanjut: terkesan Fraksi Nasdem DPRD Jember sedang membangun narasi bahwa akar persoalan ‘amburadulnya’ tata kelola penggunaan dan pertanggungjawaban APBD Jember 2020 disebabkan oleh adanya politik transaksional berbiaya tinggi?” kata Iqbal.

Baca Juga:

  • Komisi C Sebut Perbup APBD 2020 Misterius
  • Hikmah Konflik, DPRD Jember: Alhamdulillah, Bupati Faida Tepat Waktu
  • Hendy Siswanto: Jember Lapar Sekarang!
  • Serapan APBD Dinas Kesehatan Jember Baru 34 Persen

“Padahal sejatinya, Fraksi Nasdem adalah termasuk dalam partai koalisi pendukung bupati sebelumnya dan juga pada masa pemerintahan bupati saat ini. Ke mana arah politik dari dua narasi Fraksi Nasdem itu? Sepertinya hampir mustahil jika dua narasi politik ini merepresentasikan marwah dari institusi Fraksi Nasdem,” kata Iqbal.

“Arena komunikasi politik memang menyediakan aneka sensitizing concepts, dan sensitizing propositions, yang membantu kita menjadi lebih sensitif atau lebih peka terhadap apa yang harus dilakukan, dan kemudian disesuaikan dengan konteks lokal,” kata Iqbal.

Menurut Iqbal, eksistensi partai politik tidak dapat dilepaskan begitu saja dari persoalan komunikasi politik. “Sedangkan ketahanan politik yang paling ampuh dalam wilayah komunikasi politik adalah menyampaikan pesan politik secara etik dan bertanggung-jawab terhadap basis konstituen atau publik secara luas. Para aktor partai politik bisa saja secara bebas dan terbuka melakukan komunikasi politik untuk mengungkapkan visi dan misi partainya kepada basis konstituennya,” katanya.

Baca Juga:

  • Nasdem: Olahraga Jember Tidak Boleh ‘Kaleng-Kaleng’
  • Bupati Faida Tidak Daftar Cabup Jember via Nasdem

Iqbal mengingatkan, secara institusional, sebuah partai politik harus memenuhi pra syarat kredibilitas, integritas pribadi atau integritas moral dan integritas intitusional. “Meminjam istilah dari Claes H. de Vreese and Matthijs Elenbaas , bisa dikatakan atas dua narasi politik itu telah terjadi ‘spin and political publicity”, upaya pelintiran dan publisitas politik,” katanya.

“Semua strategi komunikasi politik yang efektif mengandung apa yang disebut pernyataan pemosisian atau positioning, analisis yang jelas tentang apa, untuk siapa, dan mengapa narasi politik itu diucapkan di ruang publik. Komunikasi politik juga berkaitan dengan pembicaraan tentang kekuasaan, pengaruh, dan otoritas, termasuk pula pembicaraan tentang konflik dan persaingan. Melalui pembicaraan, para komunikator politik menyelesaikan perselisihan-perselisihan mereka dengan menyusun perbendaharaan kata mengenai asumsi, makna, pengharapan, kepentingan dan komitmen bersama,” kata Iqbal.

“Pada posisi komunikasi politik inilah patut kita cermati ke depan dan kemana sejatinya arah politik tujuh Fraksi DPRD Jember. Pada posisi harmoni sinergi legislatif dan eksekutif inilah nasib rakyat Jember dipertaruhkan.” tambah Iqbal. [wir/suf]










The post Doktor Komunikasi Unej Soroti Narasi Nasdem Terhadap LPP APBD Jember 2020 first appeared on beritajatim.com.