Politik

Doakan Kondisi Negara, Warga Dukuh Menanggal Pertahankan Tradisi Budaya

googleberita

Surabaya (beritajatim.com) – Pelestarian Budaya Ruwat Desa tetap dilakukan Warga Kelurahan Dukuh Menanggal Surabaya. Kegiatan ini dilakukan setiap tahun untuk tetap menjaga tradisi leluhur. Salah satu rangkaian yang digelar adalah arak-arakan budaya.

Menurut panitia penyelenggara, Maksum agenda ruwat desa Dukuh Menanggal diawali dengan kegiatan pengajian yang dilakukan malam ini, Jumat (11/10).

Puluhan warga tua dan muda mengikuti pengajian yang digelar di Pendopo Kelurahan Dukuh Menanggal Surabaya.

“Pengajian ini untuk mendoakan wilayah Dukuh Menanggal sekaligus mempertahankan budaya di tengah modernisasi jaman,” terang Panitia penyelenggara Ruwat Desa, Maksum Almughny.

Pengajian ini dikatakan Maksum sebagai bentuk rasa syukur warga atas kondisi keamanan, kesehatan dan kesejahteraan wilayah Dukuh Menanggal yang dilimpahkan Tuhan.

Selain itu dengan pengajian dan doa bersama diharapkan bisa mengikat kerukunan antar warga.”Dengan sendirinya seperti itu. Agar masyarakat tetap rukun, guyup dan menghapus rasa curiga antar sesama. Sekaligus juga mendoakan kondisi Negara kita,” terang Maksum.

Baca Juga:

  • Pilwali Surabaya, Kombinasi NU-Nasionalis Diprediksi Menang Mudah
  • Kandidat Wali Kota Surabaya Harus Miliki Konsep Realistis
  • Pengusaha Dinilai Cocok Gantikan Risma
  • Orang Dekat Gus Sholah Masuk Bursa Pilwali Surabaya, Siapa Dia?

Pasca pengajian warga dan panitia bersiap untuk melakukan rangkaian kirab desa yang dimulai besok. Rencananya, kegiatan tersebut akan dihadiri oleh Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana. [ifw/but]