Politik

Djoko Susanto Masih Merasa Tak Ada Soal dengan Rekom PKB

googleberita

Jember (beritajatim.com) – Djoko Susanto, salah satu kandidat bupati Jember, masih merasa tidak ada persoalan dengan rekomendasi dari Partai Kebangkitan Bangsa. Padahal Dewan Pimpinan Pusat PKB sudah resmi mencabut surat rekomendasi pencalonan dalam pemilihan kepala daerah Jember, Jawa Timur, tahun ini.

“Saya sampai hari ini tidak merasa atau tidak ada secarik surat pun yang disampaikan ke saya terkait dengan pencabutan rekom itu. Jadi saya tidak memaknai apapun selain rekom yang saya terima,” kata Djoko, menjawab pertanyaan wartawan, Minggu (3/5/2020).

Djoko mengaku berbaik sangka. “Kembali sebagai orang nahdliyyin, saya mengedepankan khusnuzon, dan mengedepankan komunikasi melalui silaturahmi yang baik,” katanya.

Sebelumnya, DPP PKB sudah resmi melayangkan surat pencabutan rekomendasi yang ditandantangani langsung oleh Ketua Umum Muhaimin Iskandar dan Sekretaris Jenderal Hasanuddin Wahid pada 30 Maret 2020. Pencabutan surat rekom ini didasarkan pada usulan Dewan Pimpinan Cabang PKB Jember sendiri. Surat ini menganulir surat rekom yang terbit pada 21 Februari 2020.

Pencabutan rekom ini tak lepas dari kekecewaan PKB terhadap Djoko. “Pak Djoko dianggap telah mengkhianati PKB. Begitu dia dapat SK, yang seharusnya segera deklarasi tapi tidak mau deklarasi dan juga tidak konsolidasi,” kata Wakil Ketua DPC PKB Jember Eko Imam Wahyudi, Senin (13/4/2020).

Baca Juga:

  • KPU RI Kerepotan Cari PNS untuk Ditempatkan di Daerah Terpencil
  • Berni: Silpa Rp 700 M, Tolong Persid Jember Diperhatikan
  • Hanya Bek Tangguh yang akan Menyelamatkan Persebaya
  • Dua Perempuan Warga Palu Disandera di Jember

Sekretaris DPC PKB Jember Ayub Junaidi dalam suatu kesempatan menegaskan, bahwa akan mengikuti arahan Pengurus Cabang NU Jember dalam hal pemilihan kandidat bupati dan wakil bupati. “Ini sebagai bentuk rasa takdim PKB kepada PCNU, karena ini tak lepas dari sejarah pendirian sejarah PKB yang didirikan NU. Maka keputusan-keputusan penting harus melalui NU,” katanya.

“Alhamdulillah, sudah diputuskan bahwasanya semua calon bupati yang akan melewati PKB harus berkomunikasi dulu dengan Pengurus Cabang NU Jember dan Kencong,” kata Ayub. Sejauh ini, kandidat bupati yang sudah berkomunikasi dengan NU selepas pencabutan rekom itu adalah Ifan Ariadna. Ifan juga sudah bertemu dengan jajaran Majelis Wakil Cabang NU, pengurus anak cabang PKB seluruh Jember, dan pengurus cabang dan anak cabang Gerakan Pemuda Ansor. [wir/but]