Politik

Disperta Kabupaten Mojokerto Kembangkan LKMA

Disperta Kabupaten Mojokerto Kembangkan LKMA.

Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Pertanian (Disperta) menggelar Bimtek Lembaga Keuangan Mikro Agrobisnis (LKM-A), program penyuluhan pertanian pembentukan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) tahun 2022. Bintek digelar untuk memberikan acuan dalam penyelenggaraan ekonomi petani serta menumbuhkan dan mengembangkan LKMA di Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto tersebut sekaligus menjadi gambaran kepada LKMA agar bisa menjadi BUMP berbadan hukum. Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati memberikan motivasi kepada para peserta Bimtek dan menceritakan sosok Masril Koto, seorang pendiri Bank Petani dalam bentuk LKM-A bernama Prima Tani di Sumatera Barat.

“Masril Koto merupakan seorang petani yang merintis LKMA sejak 2002. Berawal dari menarik iuran Rp100 ribu kepada 150 orang sesama petani, kemudian dana yang terkumpul tersebut dibuat sebagai modal untuk kemudian dikembangkan. Ide mendirikan Bank petani karena banyak petani yang sulit mencari pinjaman modal,” ungkapnya, Kamis (22/6/2022).

Hal tersebut lantaran petani kurang mendapat kepercayaan dari bank untuk mendapatkan suntikan karena mereka pun tak punya jaminan sebagai agunan pinjaman. Hingga saat ini, walau tidak tamat SD, Masril Koto berhasil mendirikan kurang lebih 580 LKM-A yang tersebar di Sumatera Barat, yang semuanya memiliki aset mencapai Rp100 miliar.

“Cerita Masril Koto ini harus menjadi motivasi kita bersama. Apalagi Pemerintah membuka program namanya PUAP Rp100 jutaan. Maka berarti kalau pak masril saja berawal dari iuran bisa berkembang lebih dari 300 lembaga keuangan. Kalau yang sudah dikasih pemerintah Rp100 juta ini kalau kemudian tidak berkembang ya sangat disayangkan,” tegasnya.

Baca Juga:

  • Bupati: 25 Persen Tenaga Kerja Kabupaten Mojokerto Adalah Petani
  • Bupati Mojokerto Sebut Sektor Pertanian Punya Andil Besar Sejahterakan Masyarakat

Meski masih banyak Gapoktan belum punya LKM-A, Bupati meminta untuk tetap berusaha mencari solusi untuk kebutuhan petani khususnya pembiayaan. Disperta akan melakukan pendataan dan kemudian bagaimana mengembangkan LKM-A yang nanti kedepannya betul-betul tujuannya untuk bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

“Mengacu perkataan dari Presiden Jokowi, beberapa hal yang harus diwaspadai saat ini adalah krisis pangan, krisis energi dan kesulitan untuk peningkatan ekonomi akibat ancaman inflasi. Jika pangan ini mengalami krisis, bahan bakar minyak ini mahal maka berikutnya pasti terjadi inflasi, dan harga barang-barang naik tidak bisa dikendalikan,” katanya.

Lkma ini merupakan lembaga keuangan mikro yang ditumbuhkan dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) pelaksana Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) yang ada di kabupaten Mojokerto. PUAP sendiri merupakan kegiatan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan dari pemerintah pusat.

Sementara, jumlah Gapoktan yang berada di Kabupaten Mojokerto berjumlah 298 Gapoktan, namun yang memperoleh PUAP sejumlah 228 Gapoktan, yang bergulir sejak tahun 2008 hingga 2016. Dari jumlah penerima PUAP tersebut yang LKM-A nya sudah berbadan hukum hanya ada tiga Gapoktan dan 52 masih proses legalitas. [tin/suf]





Ikuti kami di google berita https://bit.ly/3vWew0y
#beritaviral #jawatimur #viral #berita #beritaterkini #terpopuler #news #beritajatim #infojatim #newsupdate #FYI