Politik

Disebut Ada ‘Begal’, DPRD Surabaya Bereaksi

googleberita

Surabaya (beritajatim.com) – Pernyataan mantan Ketua DPRD Surabaya Armuji terkait adanya ‘begal’ di lingkungan kantor DPRD Surabaya memantik respon dari jajaran legislator yang berkantor disana. Mereka menganggap pria yang akrab disapa Cak Ji tidak mendapatkan informasi yang utuh.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya Arif Fathoni misalnya. Ia memastikan jika pembentukan AKD yang terjadi berlangsung kekeluargaan. “Sepanjang yang saya tahu pembentukan AKD berlangsung penuh dengan nuansa kekeluargaan, karena semangat yang dibangun Ketua DPRD sejak awal adalah semangat gotong royong, sehingga tidak ada yang menjadi begal sebagaimana istilah tersebut diatas,” katanya.

“Mungkin Cak Ji kurang mendapatkan informasi secara utuh, atau beliau sedang bergurau, karena sepanjang yang saya tahu Cak Ji suka guyon. Bahwa kemudian ada pihak yang merasa tidak puas dan lain sebagainya, itu biasa dalam dinamika politik, yang lebih penting bagi kita semua, karena AKD sudah ditetapkan, ayo kita bekerja secara maksimal memberikan pelayanan terhadap rakyat, dan melaksanakan apa yang menjadi prioritas pembahasan sebagaimana yang menjadi arahan Ketua( Pimpinan) DPRD,” tambahnya.

Senada, Wakil Ketua Fraksi PKB Mahfudz pun mencetuskan hal yang sama. Ia bahkan mempertanyakan maksud dari Armuji. “Kapasitas beliau sebagai apa? Kalau memang ada begal, coba tunjuk hidung,” tegasnya.

“PKB dalam posisi tidak di untungkan dalam penyusunan AKD. Tapi menyadari lah, realitas politik saat ini di DPRD kota Surabaya, PKB ‘kalah’. Tapi bukan begal
Politik itu kompromi,” tambah Mahfudz.

Baca Juga:

  • Pengembangan Dugaan Korupsi Jasmas, Ini Kata Partai Golkar
  • Pelantikan Ketua DPRD Kota Surabaya Diwarnai Demo Mahasiswa
  • Terus Usut Kasus Korupsi Jasmas Surabaya, Gerindra Apresiasi Kejari Tanjung Perak

Lebih lanjut, Ia mempersilakan Armuji untuk bertanya kepada pihak yang tepat terkait tudingan ‘begal’ itu. “Kalau cak ji ngomong ada begal, brarti begalnya partai pemenang pemilu di Surabaya dong? Kan saat ini mereka semua yang ngatur. Alangkah lebih baiknya, kalau beliau menanyakan hal tersebut (begal) ke partai pemenang pemilu kota Surabaya,” pungkasnya.

Sebelumnya, mantan ketua DPRD Surabaya Armuji menyebut ada ‘begal’ di lingkungan gedung DPRD Surabaya.

Pernyataan tersebut diduga buntut dari penetapan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang menimbulkan protes dari dua fraksi yakni NasDem dan Demokrat. Pernyataan ‘begal’ tersebut diutarakan Armuji melalui sebuah grup WhatsApp yang beranggotakan ratusan orang berasal dari lintas profesi.[ifw/ted]