Politik

Dicurhati Petani Jember, Ketua Komisi B: Ganti Presiden, Pilih Prabowo!

Dicurhati Petani Jember, Ketua Komisi B: Ganti Presiden, Pilih Prabowo!.

Jember (beritajatim.com) – Perwakilan petani mencurahkan isi hati tentang persoalan dunia pertanian kepada Komisi B DPRD Jember, Jawa Timur. Ketua Komisi B Siswono mengampanyekan nama Prabowo Subianto sebagai solusi.

Hal ini terjadi saat rapat di ruang Badan Musyawarah DPRD Jember, Selasa (5/7/2022) kemarin. Rapat itu membahas program tunjangan beras aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jember yang berasal dari suplai beras petani.

“Sebentar lagi akhir Juli 2017 mau panen. Kalau lembaga tani mau bergerak, (harga gabah) pasti akan bertahan,” kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Jember Sucipto.

Menurut Sucipto, petani saat ini direpotkan dengan harga pupuk dan obat-obatan yang mahal. “Kami sudah mengawal program Makmur. Jadi kenapa KTNA selama ini diam saja tidak pernah ngomong soal pupuk bersubsidi, karena kami tahu masalahnya. Masalahnya apa? Negara ini duitnya tidak ada,” katanya.

Baca Juga:

  • Satgas Covid DPRD Jember Bergerilya dengan Kantong Sendiri
  • Rayakan Sanksi terhadap Bupati, Warga Jember Cukur Gundul dan Tumpengan
  • Dua Tahun Rapor Merah Era Bupati Faida, APBD Jember Kini Dinilai Wajar
  • BPK Dalami Selisih Rp 180 M Anggaran Covid di Jember
  • Fraksi GIB Persoalkan Ketiadaan Tim Ahli DPRD Jember

“Ganti presiden habis ini. Prabowo,” kata Siswono, yang juga politisi Gerindra.

Mendengar itu, Sucipto langsung menyatakan kesiapannya. “Siap,” katanya bersemangat.

Hamid dari Gabungan Kelompok Tani Agung Jaya, Kecamatan Panti, mengatakan, penggilingan gabahnya sangat tergantung pada alam. “Berbeda dengan selep modern. Sekarang sering mendung, akan berdampak pada produk. Hancur. Itu tidak bisa dipungkiri,” katanya.

Hamid meminta agar mereka difasilitasi pengadaan alat pengering, terutama untuk mendukung program pengadaan beras dari petani oleh Pemerintah Kabupaten Jember. “Paling tidak membantu penyerapan beras petani,” katanya.

Siswono meminta kepada Dinas Tanaman Pangan Jember untuk mengusahakan permintaan petani. “Ini negara, Pemerintah Kabupaten Jember. Tidak ada alasan, Pemkab Jember tidak membantu pengadaan alat pengering. Tolong dibikinkan proposal ke Kementerian Pertanian. Bila perlu Komisi B harus mengantarkannya ke kementerian, kami siap,” katanya.

“Tidak ada alasan bagi bupati sekalipun untuk tidak mengajukan. Ini negara, dan Anda adalah putra negara. Saya tahu nenek moyang Anda ikut memerdekakan Indonesia,” kata Siswono kepada perwakilan petani.

Nyoman Aribowo, anggota Komisi B, mengingatkan petani agar membangun mentalitas dalam berbisnis, terutama untuk mendukung program pengadaan beras untuk aparatur sipil negara oleh Pemkab Jember.

Pengadaan beras itu sudah dilakukan saat panen padi, April 2022 lalu. Beras itu digiling oleh kelompok tani (poktan), gabungan kelompok tani (gapoktan), dan koperasi, yang kemudian disalurkan menjadi beras tunjangan ASN oleh Koperasi Konsumen Jember Harmoni Sejahtera (KJHS) pada Juni 2022.

“Hari ini Anda berbisnis. Kalau Anda salah dalam hal kualitas dan pelayanan, tidak boleh memelas lagi, bahwa Anda petani. Tidak boleh. Konteksnya Anda harus melayani dengan baik soal waktu dan kualitas. Benar ini program, kebijakan. Tapi ini bisnis. Kalau Anda bermasalah dalam hal pelayanan dan kualitas, ya jangan melas kalau ditegur,” kata Nyoman. [wir/kun]





Ikuti kami di google berita https://bit.ly/3vWew0y
#beritaviral #jawatimur #viral #berita #beritaterkini #terpopuler #news #beritajatim #infojatim #newsupdate #FYI