Politik

Dewan Pers: Pemda Harus Memberikan Informasi Tanpa Melakukan Diskriminasi

Dewan Pers: Pemda Harus Memberikan Informasi Tanpa Melakukan Diskriminasi.

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Pers Dewan Pers, Ninik Rahayu, menyoroti adanya perlakuan diskriminatif pemerintah daerah terhadap wartawan. Dia menegaskan, pemda harus memberikan informasi kepada wartawan yang meminta.

“Secara formal memberikan informasi secara terstruktur tanpa melakukan diskriminasi kepada siapapun wartawan,” ujar Ninik saat Sosialiasi Indeks Kemerdekaan Pers 2022 di Grand Dafam Hotel Kayoon Surabaya, Kamis (22/9/2022).

Pemda, kata Ninik, harus membuka seluas-luasnya akses informasi kepada wartawan. Pemda tidak boleh memberikan perlakuan berbeda antar-wartawan.

“Harus dibuka, karena wartawan membutuhkan informasi yang kredibel, sumber yang kredibel, maka harus diberikan. Kalau ditutup-tutupi bagaimana?” kata dia.

Dia pun menyinggung soal kode etik jurnalistik. Menurut Ninik, wartawan boleh memberitakan informasi meski belum mendapatkan konfirmasi dari otoritas terkait.

“Sampai ada konfirmasi, itu nanti di-link-an. Jadi ditulis saja, bahwa memang belum mendapat konfirmasi. Itu boleh demi kepentingan publik,” ucap dia.

Baca Juga:

  • Jadi Konstituen Dewan Pers, AMSI Siap Perkuat Ekosistem Jurnalisme Digital Berkualitas
  • Dewan Pers Kembali Sertifikasi Wartawan pada Mei 2021
  • PWI Pamekasan Ajak Polres Sosialisasi Peraturan Dewan Pers

Ninik pun menyatakan hingga saat ini masih ada upaya menghalang-halangi wartawan untuk mendapatkan informasi. Bahkan di beberapa daerah, pemda sampai membentuk jaringan media khusus untuk pemberitaan yang malah menutup kemungkinan wartawan lain untuk mengakses informasi valid.

Ninik pun menegaskan kemerdekaan pers bukan semata tanggung jawab wartawan dan perusahaan media namun juga pemerintah. Dia menegaskan pemerintah juga bertanggung jawab untuk meningkatkan kapasitas dalam hal pemberitaan.

Terkait upaya wartawan membuka kebenaran yang berimplikasi pada terjadinya kekerasan, Ninik berpandangan ini harus dinilai positif. Tidak hanya pada konteks keterbukaan seorang wartawan mendapat kekerasan.

“Tetapi keberanian untuk membuka itu juga harus dinilai,” kata Ninik. [beq]




Ikuti kami di google berita https://bit.ly/3vWew0y
#beritaviral #jawatimur #viral #berita #beritaterkini #terpopuler #news #beritajatim #infojatim #newsupdate #FYI