Politik

Dengan Mengenakan Topeng, Puluhan Mahasiswa Tolak Kenaikan Iuran BPJS

googleberita

Gresik (beritajatim.com)- Dengan mengenakan topeng Puluhan mahasiswa PC PMII Gresik, melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Dalam aksinya, mahasiswa juga menuntut pemerintah daerah ikut mendukung penolakan kenaikan iuran tersebut.

Aksi tersebut diawali di depan halaman Pemkab Gresik. Masa mahasiswa berorasi. Namun, sekian jam berorasi mereka tidak ditemui oleh pihak BPJS Kesehatan Cabang Gresik. “Piihak BPJS mau menemui tapi ternyata tidak,” ujar Ketua PC PMII Gresik Faisol Ridho, Selasa (10/09/2019).

Baca Juga:

  • Dewan Kesehatan Rakyat: BPJS Stop Layanan di RS, Akan Kami Hadapi
  • 45 Ribu Warga Jember Tunggak Iuran BPJS Kesehatan
  • Manjakan Pelanggan, BPJS Ketenagakerjaan Kediri Sulap Kantor Jadi Kafe Kekinian
  • Menkes Diminta Sosialisasi Lebih Detail Soal Urun Biaya dalam Program BPJS
  • Pakar Ekonom UNAIR Ungkap Alasan Tarif BPJS Naik 100 Persen

Setelah menggelar aksinya di kantor Pemkab Gresik. Masa lantas bergeser ke DPRD. Disana mereka ditemui oleh Ketua Sementara Abdul Qodir. Pihaknya sependapat dengan penolakan yang dilakukan oleh PC PMII. Karena itu, pihaknya bakal menyampaikan ke pemerintah daerah maupun ke DPR RI.

Faisol menjelaskan, aksinya itu dikarenakan kebijakan BPJS tidak masuk akal. Menurutnya, kenaikan itu hanya untuk menutupi defisit negara. Pihaknya memprediksi sekitar Rp 32 triliun di tahun 2019. Pilihan itu tidak terelakan karena BPJS tidak mungkin untuk menurunkan jumlah manfaat. “Menurut kami ada dominasi imperialisme yang mendikte Indonesia dalam sektor kesehatan. Sebab, kenaikan iuran sama saja memberatkan rakyat,” paparnya. [dny/kun]