Fotografi

Dari Gitaris, Anest Bejana Waktu Dikenal Sebagai Spesialis Foto Portrait

googleberita

Googleberita.com, Jakarta Dunia fotografi semakin banyak dijadikan pilihan dalam menuangkan kreativitasnya lewat gambar statis. Sebagian orang bilang hal itu hanya hobi, tapi ternyata juga bisa dijadikan profesi sebagai fotografer yang bisa dipelajari secara otodidak.

Seperti jalan hidup yang membawa Anest, pemilik akun Instagram @bejanawaktu. Berawal dari ikut-ikutan, kini ia menjadi salah seorang fotografer spesialis foto potrait.

Sebelumnya, Anest justru lebih tertarik pada dunia musik. Ia fokus bermain gitar pada chanel berbagi video miliknya. Kala itu ia memaksa untuk membeli kamera proper untuk menunjang performance-nya saat bermain gitar untuk direkam dan diunggah. 

“Awalnya lebih ke main musik, gitar. Mau enggak mau harus beli kamera. Eh, malah kelepasan iseng-iseng foto-foto juga,” ujar Anest membuka obrolan di #HangOutAtKLY di kantor KLY, Gondangdia. 

Mulai belajar dari teman, mengikuti kelas fotografi, dan bergabung dengan beberapa komunitas, membuat Anest percaya diri dan berhasil membuat dirinya terjun dalam dunia fotografi yang berjalan hampir 2 tahun belakangan.

Melihat hasil fotonya sendiri, ia pun ketagihan untuk meningkatkan skill. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mencari referensi lainnya dari beberapa fotografer terkenal seperti Mango Street dan Jessica Kobeissi. Ia pun terus mempelajari basic editing yang dianggap sangat menopang hobinya. 

Alasan di Balik Foto Potrait

 
 
 
View this post on Instagram

Hari ini #HangOutAtKLY di @kly.id ditemani @clrsaa . Behind the scenes nya ada di stories. Videonya tayang soon. Iseng bikin ginian inspired by @kai.boet Have a great week, fellas! Jangan lupa “wake me up when september ends” 🤣

A post shared by anest 📍JKT, ID (@bejanawaktu) on

Setiap harinya dalam setahun pertama dihabiskan untuk berlatih dan belajar memotret. Tidak terfokus pada foto orang, apa pun yang terlihat, tak segan ia foto karena baginya itu adalah tahap belajar.

Banyak jenis foto yang dapat ditunjukkan oleh setiap fotografer. Namun berbeda dengan Anest, ciri khasnya adalah foto portrait. Banyak orang juga bertanya mengapa ia hanya mengambil fotografi potret? “Paling gampang ditemui tiap hari itu orang, makanya potrait aja”, ujarnya santai. 

Menemukan Ciri Khas dari Foto

 
 
 
View this post on Instagram

Sudah bukan asrama putri lagi ya. Kost campur sekarang. In frame: @hndrkspr #pursuitofportraits @pursuitofportraits

A post shared by anest 📍JKT, ID (@bejanawaktu) on

Sering melihat referensi foto dari kebanyakan fotografer dapat membantu Anest menemukan ciri khasnya. Ia pun membocorkan ciri foto yang menjadi signature-nya. “Aku suka elemen hijau dan outdoor, foto di bawah jam 9 jadi pakai cahaya matahari,” tambahnya. 

Selama 2 tahun memotret, pengalaman yang paling berkesan adalah saat foto hasil karyanya di-posting oleh model yang dipotretnya.

Tak lupa, Anest juga berbagi tips bagi para fotografer pemula yang ingin mulai berkembang. Dengan latihan dan banyak melihat referensi akan membuatnya menjadi lebih mudah. Usahakan hasil jepretan 80 persen dan 20 persennya tinggal editing.

 

(Mariany)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of