Politik

Ciptakan Lapangan Pekerjaan Baru, Disperindag Kabupaten Mojokerto Bentuk KUB

beritajatim.com Ciptakan Lapangan Pekerjaan Baru, Disperindag Kabupaten Mojokerto Bentuk KUBMisti Prihatini



Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto berusaha menciptakan lapangan pekerjaan baru. Yakni dengan membentuk Kelompok Usaha Baru (KUB) mendorong masyarakat untuk berkreatifitas dalam upaya meningkatkan penghasilan serta menciptakan sentra baru yang mampu berkembang untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Usaha-usaha tersebut dirembug bersama dalam acara Pembukaan Kegiatan Disperindag Berkonsep 7 in 1, di salah satu hotel di kawasan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Rabu (24/11/2021). Kegiatan tersebut antara lain penyuluhan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) bagi perusahaan dan Industri Kecil Menengah (IKM), sosialisasi perundang-undangan di bidang cukai kepada pedagang.

Baca Juga:

  • Tekan Stunting, Bupati Mojokerto Ingatkan Gizi Kronis Pada Masa 1.000 HPK
  • Ecoton Somasi Bupati Mojokerto
  • Hasil Swab Staf Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto, Ada 2 Positif
  • Makam Misterius Tiba-tiba Muncul di Pemakaman Islam di Mojokerto
  • KPK Periksa 12 Orang Pejabat Pemkab Mojokerto dan Nganjuk

Pelatihan juru ukur takar timbang dan perlengkapannya, pembinaan produksi olahan susu, pembinaan pendampingan dan pelatihan pembuatan manik-manik, perca serta sulam pita, penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak Covid-19, juga pelaksanaan pasar murah di empat lokasi (Pasar Tangunan, Jotangan, Trowulan dan Lespadangan).

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati didampingi Plt Kadisperindag Iwan Abdillah saat membuka acara mengatakan, peningkatan kualitas produk Kabupaten Mojokerto harus diiringi dengan inovasi pengembangan produk. Hal ini untuk mendongkrak omset seluruh pengusaha dan para pelaku IKM lokal. Terkait cukai, Bupati juga mengingatkan kembali tentang pentingnya ketentuan cukai dalam industri perdagangan yang harus dipahami bersama.

“IKM harus produktif dan inovatif agar omset terus naik. Pemkab Mojokerto juga wajib melakukan pembangunan dan pemberdayaan industri dan perdagangan. Perkuat jalinan komunikasi antara pemerintah daerah dengan insan perdagangan lokal. Saya juga mengingatkan pentingnya ketentuan cukai pada suatu barang, contohnya pada rokok,” ungkapnya.

Bupati berharap para pedagang dan pembeli paham ciri-ciri rokok ilegal (tanpa cukai dan sejenisnya). Sebab rokok ini punya pajak Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang digunakan untuk pembangunan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Antara lain melalui pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai atau pemberantasan Barang Kena Cukai (BKC).

Acara ditutup dengan peninjauan tenant oleh Bupati yang bertransaksi jual-beli menggunakan uang elektronik Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Bank Jatim. [tin/kun]





The post Ciptakan Lapangan Pekerjaan Baru, Disperindag Kabupaten Mojokerto Bentuk KUB first appeared on beritajatim.com.