Politik

Cak Machfud Bangkitkan Potensi Wisata Religi dan Sejarah, Warga Nyamplungan Beri Dukungan

googleberita


Surabaya (beritajatim.com) – Calon Wali Kota Surabaya, Machfud Arifin telah menyiapkan masterplan untuk membuat wilayah nyamplungan menjadi kawasan yang memiliki daya ekonomi mandiri. Untuk mewujudkan itu, Cak Machfud akan menghidupkan kembali potensi wisata religi dan sejarah yang lama terbengkalai.

Mendengar gagasan brilian Cak Machfud yang akan menghidupkan kembali potensi wisata religi dan sejarah tersebut, warga pun memberikan dukungan.

“Saya mendukung Pak Machfud Arifin, dan nanti jika beliau diamanahkan menjadi Wali Kota Surabaya tolong wilayah kami ini dikembangkan jadi situs wisata,” ujar Tokoh Masyarakat M. Yamin Gipo.

Yamin menjelaskan, di wilayah tersebut, terdapat dua tempat yang mengandung nilai historis tinggi. Tempat pertama adalah Langgar Gipo dan Menara Syahbandar VOC Surabaya.

“Di sini bangunan bersejarah ada dua, untuk religi ada Langgar Mbah Gipo ini dan ada juga menara VOC,” kata dia.

KH Hasan Gipo adalah Ketua Umum Tanfiziyah/Presiden Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang pertama mendampingi K.H. Hasyim Asyari. Hasan Gipo lahir di Surabaya dan meninggal di Surabaya tahun 1934.

Dialah tokoh yang pertama kali medampingi Kiai Hasyim Asy’ari dalam mengurus NU. Kiprah Hasan Gipo terhadap NU sangat dikenal. KH. Hasan Gipoo ini meninggalkan beragam warisan salah satunya adalah Langgar Gipo.

Namun saat ini langgar ini terbengkalai bahkan sampai pernah dijadikan gudang. Padahal ketika masa jayanya dulu, langgar tersebut difungsikan untuk tempat beribadah dan sebagai asrama jamaah haji di Surabaya.

Kini langgar tersebut akhirnya direnovasi berkat bantuan Machfud Arifin. Tembok dan tiang yang mulai merapuh dibenahi agar bisa difungsikan kembali.

Sementara itu warga lainnya yakni David Agus Siswanto mengatakan menara pantau VOC saat ini masih dipergunakan oleh warga sebagai gudang. Padahal bangunan ini bernilai sejarah.

Sedangkan di sekitar wilayah RT. 01 ini masih kental sekali dengan bangunan tua era Indonesia sebelum merdeka. Jika dikembangkan dengan baik tentu saja dapat dimanfaatkan menjadi tempat wisata kota tua.

“Di sini ada bangunan bersejarah VOC, bangunan lain juga masih berupa bangunan bergaya jaman dulu ketika Belanda masih disini. Ini kan potensi yang bisa dikembangkan,” ujar David.

Baca Juga:

  • Peduli Pendidikan, Cak Machfud Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru TPQ
  • Tokoh Masyarakat Optimis Cak Machfud Mampu Bawa Surabaya Lebih Maju
  • Bahagianya Tukang Becak Dapat Sahur dari Cak Machfud
  • Suasana Haru Selimuti Pembagian Sahur Gratis dari Cak Machfud

Tak hanya menawarkan bangunan tua dan situs bersejarah, aliran sungai dan pemandangan jembatan merah menjadi salah satu faktor keindahan pemandangan sejarah kota tua. Maka dari itu, David berharap kepada Tokoh Pemimpin yang dikenal Cerdas, Cak Machfud untuk mengembangkan potensi yang ada jika nanti menjadi Wali Kota Surabaya.

“Kami yakin Pak Machfud Arifin ini bisa dan mampu untuk memimpin Kota Surabaya menjadi lebih baik dengan memanfaatkan potensi yang ada. Di tempat kami, tolong Pak Machfud Arifin untuk menjadikan situs pariwisata sejarah maupun religi,” pungkasnya. [hen/but]