Politik

Buruh PDP Kahyangan Tuntut Penyertaan Modal Rp 5,8 M

googleberita

Jember (beritajatim.com) – Puluhan buruh Perusahaan Daerah Perkebunan Kahyangan mendatangi gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Senin (18/11/2019). Mereka menuntut agar perusahaan itu mendapat penyertaan modal Rp 5,8 miliar dari APBD 2020.

Dwi Agus Budianto, perwakilan buruh mengatakan, pihaknya terkejut dengan adanya penolakan Fraksi Kebangkitan Bangsa untuk membahasa rancangan peraturan daerah penyertaan modal. “Ini yang membikin kami datang kemari,” katanya.

Agus mempertanyakan apakah FKB sudah mengetahui substansi penyertaan modal. “Tanpa hati nurani mereka menolak,” katanya.

Para buruh ditemui Ketua Komisi C David Handoko Seto. Agus lega karena mendapat jaminan bahwa perda penyertaan modal untuk PDP akan dibahas. Ia berharap agar perda itu disahkan karena menyangkut hajat hidup buruh.

Baca Juga:

  • Hanya 979 Pegawai BUMD Perkebunan Jember Ikut BPJS Tenaga Kerja
  • Bupati Faida: Sejak 1969, PDP Sumbang Rp 100 M untuk APBD Jember
  • HGU Kahyangan Habis Tahun Depan, Ajukan Rp 5,8 Miliar

Menurut Agus, penyertaan modal Rp 5,8 miliar itu bukan untuk memperpanjang hak guna usaha yang habis tahun depan. HGU diperpanjang dengan menggunakan uang operasional PDP. “Dan ini untuk menutupi biaya operasional PDP yang digunakan untuk pembayaran HGU,” katanya.

“Ini masih baru penyelamatan aset. Bukan untuk melanjutkan hidup. Harapan kami, Dewan dan bupati memikirkan nasib aset dan buruh,” kata Agus. (Wir/ted)