Politik

Bupati Lumajang Waspadai Pemudik dari Zona Merah Covid-19

googleberita

Lumajang (beritajatim.com) – Bupati Thoriqul Haq melakukan karantina bagi pemudik di gedung SMPN 1 Lumajang dengan alasan melindung warganya agar tidak terjangkit Covid-19. Pasalnya, para pemudik dari kawasan zona merah covid-19 perlu discreening ketat.

“Pembawa Covid-19 tidak terlihat sakit dan bisa menulari orang rawan sakit,” kata Cak Thoriq saat menjawab pertanyaan netizen melalui video streaming di akun facebooknya, Selasa (7/4/2020).

Menurut dia, ada satu warga Lumajang pulang kerja dari Jakarta diketahui positif cCvid-19. Padahal, orang tersebut masih muda dan sehat, tetapi hasil uji laboratorium positif. “Awalnya izin isolasi diri di rumah, tapi malah jalan-jalan. Ini kami khawatir bisa menular,” jelasnya.

Baca Juga:

  • Pemkab Kediri Kirim 2.000 Masker untuk Warganya di Cina dan Hongkong
  • Satu Pasien Pengawasan Corona Dirawat di RSUD Kabupaten Kediri
  • 11 Langkah Pencegahan Corona yang Diambil Pemkab Kediri
  • Cegah COVID-19, Imigrasi Kediri Berlakukan Layanan Terbatas
  • Kota Kediri Sediakan Gentong Air Tempat Cuci Tangan di Trotoar Jalan

Sementara itu, proses karantina selama 14 hari bagi pemudik di SMPN 1 Lumajang masih dibahas untuk kenyamanan dan pemantauan. Proses screening bagi pemudik akan dilakukan perbatasan kabupaten juga dibahas secara itensif. “Jujur, saya khawatir pemudik dari kawasan pedemi bisa menulari keluarga dan tetangganya,” papar bupati.

Banyaknya permintaan isolasi atau karantina di rumah, namun Cak Thoriq tidak yakin yang bersangkutan akan berdiam diri. Dikarenakan kesadaran masyarakat masih rendah dalam menjaga hidup sehat. “Karantina bagi pemudik ini untuk kebaikan semua,” pungkasnya. [har/suf]