Politik

Bupati Faida Tidak Daftar Cabup Jember via Nasdem

googleberita

Jember (beritajatim.com) – Bupati Faida tidak mendaftarkan diri menjadi bakal calon bupati Jember melalui Partai Nasional Demokrat untuk pemilihan kepala daerah tahun depan.

Hingga ditutupnya masa pendaftaran dan pengembalian berkas, Rabu (23/10/2019) sore pukul empat, ada tujuh orang yang melengkapi berkas di kantor Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasdem Jember. Tak ada nama Faida di sana. Padahal dalam pilkada 2015, Nasdem adalah partai pertama yang mendukung dan mengusung Faida menjadi calon bupati.

Tujuh nama yang mendaftarkan diri dan melengkapi berkas pencalonan melalui Partak Nasdem adalah:

1. Djoko Susanto (mantan birokrat)
2. Rasyid Zakaria (mantan birokrat)
3. Hendy Siswanto (pengusaha)
4. Abdussalam (pengusaha)
5. Zulkifli (mantan kepala desa)
6. Abdul Kholiq (akademisi)
7. Sulisno (pengusaha)

Sekretaris DPD Partai Nasdem Jember Bambang Hariyanto mengatakan, tidak ada kader Nasdem yang mendaftarkan diri. “Yang penting kami sudah melakukan penjaringan terbuka untuk mendapatkan calon terbaik,” katanya.

Setelah membuka masa pendaftaran 23 September – 23 Oktober 2019, DPD Partai Nasdem Jember akan melakukan verifikasi berkas. “Kemudian digelar pleno dan hasilnya dibawa ke Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Jatim,” kata Bambang.

Baca Juga:

  • Kepala BPBD Kembalikan Berkas Bakal Cabup Jember Diiringi Massa
  • Berkarya Kunci Nama Djoko Susanto Jadi Kandidat Bupati Jember
  • Gerindra Takkan Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati Jember
  • Gerindra-Perindo-Berkarya Satu Fraksi, Embrio Pilkada Jember

Setelah proses pendaftaran di DPD, proses pemaparan visi dan misi akan dilaksanakan di Badan Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Jatim. “Nanti diambil nama tiga orang kandidat yang dikirim ke Dewan Pimpinan Pusat. DPP yang akan menentukan rekom turun kepada siapa,” kata Bambang.

Bambang menegaskan, partainya tidak meminta mahar. “Tapi semua calon diharapkan bisa membiayai diri sendiri saat pencalonan,” katanya. Semua calon diminta untuk melakukan survei elektabilitas. [wir/but]