Politik

Bupati Faida Tak Hadiri Acara Penyampaian Komitmen Cabup PDIP Jember

googleberita

Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, menggelar acara penyampaian komitmen kandidat bupati kepada rakyat di kantor partai itu, Sabtu (28/12/2019).

Acara itu dihadiri sepuluh orang yang berasal dari eksternal DPC PDIP Jember, dan ada beberapa kandidat bupati yang tidak menghadiri acara itu. Salah satunya adalah Bupati Faida, yang pada pemilihan bupati empat tahun silam didukung dan diusung PDI Perjuangan bersama Partai Nasional Demokrat dan Partai Amanat Nasional.

Ketua DPC PDI Perjuangan Arif Wibowo menghargai para kandidat yang sudah bersedia hadir. “Mereka yang hadir inilah yang akan menyampaikan komitmen perjuangannya untuk rakyat Jember dan PDI Perjuangan,” katanya. Penyampaian komitmen dilakukan di hadapan pengurus cabang dan pengurus 31 anak cabang PDI Perjuangan.

“Yang gak hadir berarti kan gak penting. Yang kita lihat yang hadir. Yang hadir berarti menganggap penting PDI Perjuangan. Yang tidak hadir berarti tidak penting. Yang hadir ini diundang, karena itu yang gak hadir gak penting,” kata Arif.

Arif mengatakan, acara tersebut bagian dari konsolidasi yang berbasis kecamatan. “Acara ini disusun agar para jajaran pengurus anak cabang tahu dan nanti menyampaikan ke seluruh jajaran ke bawah, bahwa yang mendaftar ke PDI Perjuangan adalah beliau-beliau yang sekarang kami undang dan hadir,” katanya.

“Targetnya sederhana saja, agar pengurus kita tahu apa yang menjadi komitmen, tidak saja bagi rakyat tapi juga bagi partai. Ini agar nantinya siapapun yang direkomendasikan meyakinkan bagi kita semua, bahwa mereka akan memberi manfaat yang besar bagi rakyat Jember dan partai kita,” kata Arif.

Baca Juga:

  • Bupati Faida Mendadak Tarik 8 PNS dari KPU Jember Jelang Pilkada
  • Penjaringan Cabup PDIP Jember Diminati Dosen, Pejabat, Hingga Aktivis Difabel
  • NU: Jember Perlu Bupati Baru, Minimal yang Bisa Disarungi
  • Berkarya Kunci Nama Djoko Susanto Jadi Kandidat Bupati Jember
  • Usulkan Rp 123 M, KPU Jember Dapat Anggaran Hibah Rp 82 M untuk Pilkada

Ada dua nama kandidat yang tidak mendaftarkan diri melalui DPC PDIP Jember, melainkan Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah, masing-masing adalah mantan kepala Badan Pertanahan Nasional Djoko Susanto dan mantan ketua Panitia Pengawas Pemilu Jember Dima Ahyar.

“Pintu penjaringan kami ada tiga pintu, yakni DPP, DPD, dan DPC. DPC ada batas waktu. DPP dan DPD tidak,” kata Arif.

Dalam paparannya, Djoko Susanto menyatakan komitmen untuk memperjuangkan bertambahnya kursi PDI Perjuangan di DPRD Jember. “Tentunya pada tahun 2024, minimal PDI Perjuangan dapat mengusung sendiri calon bupatinya,” katanya.

Sementara itu, Dima menyatakan berkepentingan dengan kuatnya PDIP sebagai salah satu pilar dalam negara demokrasi. “Pemerintah atau penguasa berkepentingan pilar ini kuat agar upaya mewujudkan kedaulatan rakyat dapat terlaksana dengan baik. Penguatan pilar ini akan dilakukan secara kuantitatif maupun kualitatif. Secara kuantitatif dengan bertambahnya kursi, secara kualitatif dengan peran parpol yang dapat sepenuhnya menjadi jembatan kehendak rakyat pada pemerintah,” katanya.

Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Jember Achmad Anis menyatakan, siapapun yang menjadikan posisi bupati sebagai objek investasi dengan menyiapkan tumpukan uang untuk memanipulasi persepsi masyarakat, harus segera menghentikan niat dan segera bertobat. “Demokrasi adalah pesta rakyat dan bikan pesta konglomerat,” katanya. [wir/suf]