Politik

Bupati dan DPRD Jember Setujui Ranwal RPJMD Jember








Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto dan pimpinan DPRD Jember, Jawa Timur, menandatangani persetujuan bersama terhadap Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, di gedung parlemen, Jumat (13/8/2021).

Penandatanganan bersama ini mengakhiri usulan penundaaan pembahasan RPJMD yang sempat diusulkan sejumlah anggota Panitia Khusus DPRD Jember kemarin. “Saya sangat bahagia, hubungan eksekutif dan legislatif selama lima bulan berjalan ini menunjukkan keharmonisan yang tidak bisa kita lihat sebelah mata,” kata Hendy, usai sidang paripurna.

Hendy menyebut ini kolaborasi luar biasa dan sesuai dengan posisi masing-masing. Ia juga menerima sejumlah koreksi dari Pansus RPJMD. “Ini melengkapi. Memang RPJMD kewenangan eksekutif. Namun masukan ini juga untuk Jember. Koreksinya cukup bagus,” katanya.

Beberapa koreksi dan masukan itu antara lain terkait pondok pesantren. “Di Jember ada 1.100 pesantren lebih. Dengan kekuatan pesantren, ekonomi akan kita gerakkan lewat situ,” kata Hendy.

Hal lain adalah masalah kesehatan. “Kesehatan menjadi priotitas. Kita punya pekerjaan rumah berkelanjutan. Siapapun yang membuat RPJMD harus ada itu,” kata Hendy.

Program beasiswa juga ada dalam RPJMD yang akan diberikan kepada institusi pendidikan yang bertanggung jawab. “Tidak diecer, Contohnya ada perguruan tinggi, yang mengajukan siapa (yang berhak mendapat beasiswa). Ada kriterianya: miskin, berprestasi, kompetisi. Tahun ini (beasiswa) untuk lima ribu sampai enam ribuan (mahasiswa),” kata Hendy

Seleksi penerima beasiswa akan diserahkan kepada perguruan tinggi. “Kalau bohong, mereka sendiri yang rugi,” kata Hendy.

Sektor lainnya yang menjadi perhatian adalah sektor pertanian. “Program kami adalah bagaimana mempunyai pabrik pupuk sendiri. Terrnyata untuk kejar ke sana tidak keburu waktu,” kata Hendy.

Namun Hendy berjanji sektor pertanian tetap akan menjadi fokus pembangunan. Salah satunya dengan membeli satu juta kilogram beras per tahun lewat gabungan kelompok tani. “Ada 12 gapoktan yang kita beli (produksi berasnya). Gapoktan di Jember banyak, ada 40 lebih. Nanti bergiliran,” katanya.

“Konsep kita adalah duit di sini harus berputar di Jember. Semaksimal mungkin uang ini harus diterima petani Jember. Makanya, kami langsung beli di petani lewat gapoktan. Namun para petani ini harus tahu berapa harga itu, biar mereka menerima harga sebenarnya,” kata Hendy.

Baca Juga:

  • Gerindra, Demokrat, PKS, Nasdem Desak RPJMD Jember Ditunda
  • Bupati dan DPRD Jember Terancam Sanksi Jika RPJMD Terlambat
  • Ketua Pansus: Jangan Bandingkan Pembuatan RPJMD Jember dengan Daerah Lain
  • PKB: Pembahasan RPJMD Jember Harus Jalan Terus
  • Penanganan Covid Jadi Prioritas Pertama RPJMD Jember

Ada 700-800 orang petani yang tergabung dalam gapoktan yang akan dibeli produksinya. Hendy mengatakan, harga pembelian Pemerintah Kabupaten Jember akan lebih bagus daripada harga pembelian pemerintah (HPP). “Dan berasnya premium,” katanya.

Hendy siap memenuhi permintaan dan aspirasi DPRD Jember. “Apapun yang diminta Dewan kami turuti semua. Karena yang diminta untuk membangun juga. Esensi eksekutif dan legislatif tidak ada beda. Semangatnya untuk membangun. Toh minta tidak untuk dibawa pulang, tapi untuk membangun,” katanya.

Namun, Hendy mengingatkan, bahwa RPJMD berbicara pembangunan secara makro. “Secara mikronya nanti di APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah),” katanya.

Setelah disetujui bersama, Ranwal RPJMD Jember akan dikirim ke Pemerintah Provinsi Jawa Tmur, Senin (16/8/2021). Hendy menginginkan ada percepatan. “Mungkin kami akan minta bantuan teman-teman legislatif untuk kerja nambah agar selesai,” kata Hendy. [wir/suf]









The post Bupati dan DPRD Jember Setujui Ranwal RPJMD Jember first appeared on beritajatim.com.