Lifestyle

Bu, Ini Tips Peralihan dari ASI ke Susu Formula

googleberita

Peralihan dari ASI ke susu formula mungkin tidak mudah. Beberapa kondisi kesehatan bayi mengharuskannya untuk disapih dan menerima asupan dari susu formula.

Bisa saja saat mendapatkan rekomendasi peralihan ke susu formula ada banyak pertanyaan di benak ibu. Apakah ini akan berjalan dengan lancar? Apakah sistem pencernaannya cocok?

Tanda ketika bayi siap disapih

ASI adalah nutrisi yang penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sayangnya ada beberapa kondisi yang mengharuskan bayi mendapatkan asupan dari susu formula, misalnya alasan kesehatan ibu atau bayinya.

Tantangan yang dihadapi bayi saat menjalani peralihan dari ASI ke susu formula adalah adaptasi proses menyusunya. Ada beberapa bayi yang sulit disapih dan ada juga yang mudah dalam melakukan transisi. Berikut tanda bayi yang siap disapih.

  • Selalu rewel setiap diberi ASI
  • Sesi menyusui berlangsung lebih lambat
  • Mudah terdistraksi saat diberi ASI
  • Mulai bermain-main dengan payudara, seperti menggigit atau menarik puting
  • Menyusu tapi tidak menyedot ASI

Jika ada tanda-tanda di atas, berarti bayi siap memulai peralihan dari menyusu dari payudara ibu ke botol yang berisikan susu formula. Untuk bayi yang belum diketahui kesiapannya, ibu perlu mengetahui tips untuk memulai transisi dari ASI ke susu formula.

Tips peralihan dari ASI ke susu formula

Bagaimana jika si kecil sulit pindah dari ASI ke susu formula? Apakah asupannya tetap terpenuhi dengan baik? Untuk itu, ketahui tips transisi ASI ke susu formula yang perlu ibu terapkan.

1. Memberikan ASI berselang susu formula

Bila memungkinkan kondisi bayi masih memungkinkan untuk diberi ASI, cobalah untuk memberikan susu formula di botol secara berselang. Misalnya, pada kondisi ibu yang bekerja atau ASI sulit keluar. Trik ini memudahkan bayi melalui transisi dari ASI ke susu formula.

2. Menyusui di tempat yang berbeda untuk peralihan dari ASI ke susu formula

Jika biasanya Anda duduk di tempat yang sama saat menyusui, contohnya di ujung kasur atau sofa yang sama, coba menyusui bayi di tempat yang lain. 

Misalnya, di kursi yang berbeda. Cara ini memberi suasana berbeda bagi si kecil sebagai tanda bahwa ia akan disapih dan beralih minum susu formula dari botol.

Tetap buat waktu menyusui menyenangkan untuk anak. Misalnya, mengajak ia bercanda setelah menyusui, sehingga anak bisa menerima perlahan transisinya.

3. Pilih susu formula yang cocok

Saat peralihan dari ASI ke susu formula, ibu perlu tahu bagaimana susu tersebut diproses. Namun, sebelum menentukan susu formula untuk si kecil, ada baiknya ibu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Biasanya dokter akan merekomendasikan susu formula berbahan dasar sapi ataupun kedelai.

Bila saat diberikan ternyata sistem pencernaan si kecil tidak cocok menerima protein dari susu formula sapi ataupun susu kedelai, ibu bisa memberikannya susu terhidrolisat parsial.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa susu terhidrolisat parsial dapat menjadi awal atau starter ketika si kecil beralih ke susu formula untuk meminimalkan risiko ketidakcocokan susu formula pada bayi. Susu formula terhidrolisat parsial mengandung protein yang dipecah dalam bentuk potongan lebih kecil.

4. Pentingnya zat besi dalam peralihan ASI ke susu formula

Saat memilihkan susu formula, jangan lupa cek kandungan zat besi. The American Academy of Pediatrics menyarankan agar bayi di bawah usia 1 tahun yang tidak menerima ASI, lebih baik diberikan formula yang mengandung zat besi. Kandungan ini dapat mencegah anemia. Karena zat besi adalah mineral penting yang memicu pembentukan sel darah merah baru.

Selain zat besi, pastikan ada nutrisi penting yang terkandung di dalam susu formula, seperti asam folat, vitamin B, Omega 3 dan 6, kalsium, vitamin B1, B6, dan B12.

The post Bu, Ini Tips Peralihan dari ASI ke Susu Formula appeared first on Hello Sehat.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of