Politik

Belanja Tidak Terduga Pemkab Jember Naik 92 Persen








Jember (beritajatim.com) – Nominal belanja tidak terduga (BTT) Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021 mengalami kenaikan tajam 92,17 persen, dari Rp 21 miliar menjadi Rp 40,35 miliar.

Kenaikan nominal BTT ini tak lepas dari kondisi pandemi Covid-19. “Meskipun secara nasional, regional Jawa Timur dan di Kabupaten Jember, (angka konfirmasi positif Covid-19) terus mengalami penurunan tajam dan cenderung melandai, hal itu tidaklah menjadikan kita lengah,” kata Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman dalam sidang paripurna penyampaian Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD 2021, di gedung DPRD Jember, Jumat (8/10/2021).

Firjaun mengatakan, kewaspadaan dan konsistensi menjaga protokol kesehatan tetap dipancangkan. “Hal ini pun menjadi fokus dan perhatian kita bersama dalam penyusunan Rancangan Perubahan APBD 2021,” katanya.

Belanja operasi memang mengalami penurunan sebesar Rp 155,37 miliar atau 3,58 persen dari Rp 3,22 triliun menjadi Rp 3,10 triliun. Namun Firjaun memastikan, anggaran refocusing kebutuhan penanganan Covid 19 telah menyebar di beberapa organisasi perangkat daerah, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Tenaga Kerja melalui belanja operasi masing-masing agar lebih efektif, terencana, dan terukur.

“Namun demikian alokasi BTT masih tetap disiapkan untuk belanja yang tidak direncanakan dalam penanganan bencana alam, bencana non Alam maupun bencana sosialm serta belanja lainnya sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku,” kata Firjaun.

Firjaun menegaskan, rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021, khususnya belanja daerah, diarahkan mendukung pencapaian target sasaran yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2021–2026, serta pencapaian penyempurnaan target pelaksanaan urusan pemerintah daerah.

“Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanaan anggaran serta menjamin efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran dalam belanja program kegiatan,” kata Firjaun.

Baca Juga:

  • Belanja Daerah Turun Rp 39 M, Ini 4 Prioritas Perubahan APBD Jember 2021
  • Jalan Sultan Agung Jember Ambrol, Arus Lalu Lintas Direkayasa
  • Perbaikan Seribu Kilometer Jalan di Jember, Target Selesai Mei 2022
  • Sekda Mirfano Bantah Ingin Jadi Bupati Jember

Perencanaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Jember selama lima tahun ke depan, harus senafas dengan visi misi dan program prioritas. “Ini untuk peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Jember,” kata Firjaun.

“Sudah Waktunya Membenahi (Wes Wayahe Mbenahi) Jember dengan berprinsip pada sinergi, kolaborasi, dan akselerasi dalam membangun Jember. Prioritas pembangunan Kabupaten Jember tahun anggaran 2021 sebagaimana ditetapkan dalam APBD awal diarahkan untuk tujuh hal,” kata Firjaun.

1. Mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pada UMKM dan pertanian.
2. mendorong konektivitas antarwilayah untuk pemerataan pembangunan dan mengurangi kemiskinan.
3. Meningkatkan pembangunan sumber daya manusia.
4. Mendorong pariwisata yang berbasis pada kearifan lokal dan kelestarian budaya.
5. Memperkuat layanan Infrastruktur untuk mendorong perekonomian daerah.
6. Menjaga keberlangsungan lingkungan dan meningkatkan ketahanan bencana daerah.
7. Membangun tata kelola pemerintahan yang baik dan berbasis teknologi. [wir/but]










The post Belanja Tidak Terduga Pemkab Jember Naik 92 Persen first appeared on beritajatim.com.