Politik

Beberapa Warga Desa Cekok Ponorogo Mulai Terkena Penyakit Demam Berdarah

googleberita

Ponorogo (beritajatim.com) – Memasuki musim penghujan seperti sekarang, masyarakat harus waspada terhadap berkembangbiaknya nyamuk aides aegypti. Karena bisa menyebarkan virus dengue dan orang yang digigitnya bisa menderita demam berdarah dengue (DBD). Seperti yang dialami oleh beberapa warga di Dusun Jambean Desa Cekok Kecamatan Babadan Ponorogo yang diduga terjangkit penyakit tersebut.

”Mulai pertengahan November hingga sekarang, penderita ada 11 orang. Dan letak rumahnya juga berdekatan,” kata Syamsuri, salah satu warga setempat, Jumat (27/12/2019).

Syamsuri menceritakan bahwa istri dan anaknya juga menjadi korban dari keganasan virus dengue tersebut. Awalnya anaknya panasnya naik turun, karena sudah 4 hari belum juga sembuh, akhirnya dibawa ke klinik kesehatan Pangestu di Desa Polorejo. Disana sang anak menjalani perawatan selama 4 hari. Saat dicek, trombositnya dibawah normal yakni dibawah 100.000 mm3.

”Anak saya sudah sembuh dan diperbolehkan pulang, ganti ibunya yang masuk klinik dan dirawat selama 6 hari,” katanya.

Baca Juga:

  • Dinkes Kabupaten Kediri Ajak Warga PSN Massal dan Berkelanjutan
  • 166 Warga Sumenep Terserang DBD, 3 Meninggal
  • Tangani Wabah DBD, Desa Sumberejo Kediri Adakan 3M dan Ikanisasi

Syamsuri mengungkapkan anggota keluarga masih beruntung bisa dirawat klinik. Karena ketiga tetangganya harus dirawat di rumah sakit, sebab trombositnya menurun sehingga pihak klinik merujuknya ke salah satu rumah sakit di Ponorogo. Syamsuri berharap dengan sudah banyaknya korban ini, Dinas terkait segera melakukan tindakan.

”Pengennya segera difoging, kami sudah lapor kejadian ini ke perangkat desa,” pungkasnya.(end/ted)