Lifestyle

Bayi BAB Berdarah? Jangan Panik, Ini 5 Cara Mengatasinya

googleberita

Buang air besar (BAB) berdarah pada bayi tentu menimbulkan kekhawatiran bagi orangtua. Namun, kondisi ini sebenarnya cukup umum dan tidak selalu menandakan bahaya. Anda dapat mengatasi BAB berdarah pada bayi dengan beberapa cara, baik yang dilakukan sendiri maupun secara medis.

Tips mengatasi buang air besar berdarah (BAB) pada bayi

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan BAB berdarah. Mulai dari infeksi saluran pencernaan, robekan pada anus akibat bayi sembelit, alergi makanan, hingga kondisi medis tertentu seperti pembentukan polip dan inflammatory bowel disease (IBD).

Penanganan terhadap BAB berdarah perlu dilakukan berdasarkan penyebabnya. Secara umum, berikut adalah sederet cara yang dapat ditempuh untuk mengatasi BAB berdarah pada bayi:

1. Menjaga area sekitar anus tetap bersih

Apabila BAB berdarah disebabkan oleh robekan pada anus, Anda harus menjaga anus bayi tetap bersih guna mencegah infeksi. Infeksi dapat memperparah kondisi anus yang robek. Jika robekan anus bertambah parah, BAB bayi akan terus disertai darah.

Pastikan Anda selalu membersihkan area anus dan pantat bayi setiap ia selesai BAB. Bersihkan menggunakan air dan sabun khusus bayi, lalu keringkan dengan handuk lembut. Anda juga bisa menggunakan krim pelembap untuk mencegah ruam.

2. Mengoleskan krim atau petroleum jelly

Mengutip National Health Services, robekan pada anus bayi dapat sembuh dengan sendirinya setelah beberapa minggu. Selama periode ini, Anda dapat mengoleskan petroleum jelly atau krim mengandung zink oksida guna mempercepat penyembuhan.

Krim dan petroleum jelly memang tidak secara langsung mengatasi BAB berdarah pada bayi. Akan tetapi, kedua produk ini membantu melindungi anus dari iritasi sehingga BAB tidak lagi terasa menyakitkan ataupun disertai keluarnya darah.

3. Memberikan obat antibiotik dan antiparasit

Jika BAB berdarah tidak disebabkan oleh robekan pada anus, pemicunya bisa jadi berasal dari infeksi bakteri, virus, atau parasit. Anda bisa mengatasi BAB berdarah pada bayi terkait infeksi dengan obat antibiotik atau antiparasit sesuai anjuran dokter.

Obat antibiotik digunakan untuk mengatasi infeksi saluran cerna akibat bakteri seperti IBD dan radang usus. Sementara obat antiparasit ampuh mengatasi penyakit infeksi akibat mikroba lain, misalnya cacing.

Sumber foto: http://parkour.wikia.com/wiki/Push_Up

4. Menyesuaikan pola makan bayi

Terkadang, BAB berdarah pada bayi merupakan reaksi alergi terhadap makanan tertentu. Beberapa bayi alergi terhadap protein dalam ASI atau susu sapi. Jika saluran cernanya sangat sensitif, protein susu bisa memicu peradangan parah pada usus hingga menyebabkan BAB berdarah.

Peradangan pada usus kemudian memicu perdarahan. Darah akhirnya keluar bersama feses. Guna mengatasi BAB berdarah pada bayi akibat alergi, Anda perlu mengenali apa saja makanan yang memicu alergi dan tidak memberikannya kepada bayi.

5. Operasi

Operasi dipilih apabila BAB berdarah disebabkan oleh pembentukan polip. Polip adalah jaringan yang tumbuh secara tidak normal (bertangkai) pada bagian tubuh tertentu, termasuk usus. Pembentukan polip pada usus memiliki beberapa gejala, salah satunya BAB berdarah.

Tindakan operasi bertujuan untuk melepaskan polip dari usus. Setelah polip terlepas, bayi Anda mungkin masih akan mengalami BAB berdarah selama masa pemulihan. Namun, kondisinya akan segera membaik dalam beberapa hari.

BAB berdarah pada bayi adalah kondisi yang cukup umum. Meski demikian, segera periksakan buah hati Anda ke dokter apabila mengalami dehidrasi, fesesnya berwarna kehitaman, urinenya berwarna kemerahan, atau ia mengalami diare, muntah, dan demam.

Pemeriksaan dokter juga berguna untuk mengetahui berbagai faktor penyebab BAB berdarah. Dengan memahami penyebabnya, Anda bisa mengatasi BAB berdarah pada bayi secara tepat.

The post Bayi BAB Berdarah? Jangan Panik, Ini 5 Cara Mengatasinya appeared first on Hello Sehat.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of