Politik

Bawaslu Petakan Kasus Covid-19 Dengan Kegiatan Kampanye

googleberita







Jakarta (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) memetakan peningkatan pasien positif terinfeksi Covid-19 dengan menyandingkannya dengan data jumlah kegiatan kampanye pertemuan terbatas. Pemetaan dilakukan terhadap sembilan provinsi yang menyelenggarakan pemilihan gubernur (pilgub).

Menurut Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin, di sembilan provinsi tersebut terdapat kampanye pertemuan terbatas. “Sedangkan, dalam hal jumlah pasien positif terinfeksi Covid-19, ada daerah yang mengalami kenaikan ada pula yang mengalami penurunan jumlah (lihat tabel, red),” ujar Afifuddin, Sabtu (17/10/2020).

Baca Juga:

  • Bawaslu Kabupaten Kediri Sosialisasi Pengawasan Melalui Pagelaran Wayang Kulit
  • 4.874 Pengawas Pemilu di Jember Diasuransikan BPJS Ketenagakerjaan
  • Kasus Suara Hilang, Bawaslu Surabaya Rekomendasikan Hitung Suara Ulang
  • Usai Wabup Sidoarjo, Giliran Politisi Gerindra Berikan Klarifikasi ke Bawaslu
  • Pelanggaran Prokes Meningkat Dua Kali Lipat, Bawaslu Terbitkan 233 Surat Peringatan

Dia menambahkan, peningkatan jumlah kegiatan juga terdapat pada kampanye dengan metode pemasangan alat peraga kampanye (APK). Pada 10 hari pertama kampanye, jumlah pemasangan APK di 270 daerah yang pilkada ada sebanyak 451 kegiatan. Jumlah APK bertambah menjadi 626 kegiatan pada 10 hari kedua kampanye. Sedangkan penyebaran bahan kampanye meningkat menjadi 684 kegiatan pada periode 10 hari kedua kampanye. Kegiatan tersebut meningkat dari sebanyak 451 kegiatan pada periode 10 hari pertama kampanye.

Kegiatan kampanye dengan metode daring juga mulai banyak dilakukan pada 10 hari kegiatan kampanye, yaitu menjadi sebanyak 98 kegiatan. Sedangkan kampanye daring pada 10 hari pertama kampanye ada sebanyak 69 kegiatan.

Dari hasil pengawasan tersebut, Bawaslu juga menemukan dan menerima laporan dugaan pelanggaran pada kampanye melalu media sosial (medsos) sebanyak 36 dugaan pelanggaran. Pelanggaran kampanye melalui medsos di antaranya berupa penyebaran konten dengan materi yang dilarang (hoaks, hasutan, dan/atau ujaran kebencian) dan dugaan pelanggaran asas netralitas yang dilakukan oleh ASN serta pejabat di media internet. Tehadap dugaan pelanggaran tersebut, Bawaslu telah menindaklanjutinya sesuai dengan prosedur terhadap bentuk pelanggaran.

“Di antaranya adalah, penyampaian surat peringatan, pembubaran kegiatan kampanye dengan melibatkan kepolisian dan Satpol PP,” katanya. (hen/kun)








The post Bawaslu Petakan Kasus Covid-19 Dengan Kegiatan Kampanye first appeared on beritajatim.com.