Politik

Banyuwangi Santuni 2900 Anak Yatim








Banyuwangi (beritajatim.com) – Keistimewaan 10 Muharam dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk menggelar santunan anak yatim hingga munajat bersama. Hal tersebut sebagai bagian ikhtiar batin untuk memohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Kami memohon kepada Allah SWT, semoga pandemi Covid-19 ini segera diangkat. Kehidupan kembali normal. Dan semuanya diberikan keselamatan dan kesejahteraan,” harap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam acara bertajuk Munajat Kebangsaan untuk Keselamatan Banyuwangi pada Kamis dini hari (19/8/2021).

“Dengan segenap doa yang kita panjatkan ini, semoga menyempurnakan segala ikhtiar kita dalam mengatasi pandemi ini, di mana kita sudah berusaha untuk memperkuat tracing, memperbaiki treatment, mempercepat vaksinasi, dan berbagai ikhtiar lainnya,” imbuh Ipuk.

Baca Juga:

  • Cegah Virus Corona, Jamu Produksi Banyuwangi Laris Manis
  • Banyuwangi Luncurkan Gerai Pelayanan Khusus Nelayan
  • Dinkes : Vaksinasi Nakes Banyuwangi by Name by Address
  • Ini Opsi Pemda Banyuwangi Tangani Korban Rusuh Wamena
  • Pendeta di Banyuwangi Dialog dengan Bupati Anas, Ini Hasilnya

Tak hanya bermunajat, keluarga besar Pemkab Banyuwangi juga menggelar santunan yatim piatu, hasil gotong royong yang digelar serentak mulai dari Pendopo Banyuwangi, kantor OPD, kecamatan hingga kelurahan/ desa. Sebanyak Rp717,86 juta, yang diserahkan kepada 2.900 anak yatim di seluruh wilayah Banyuwangi.

“Santunan anak yatim ini telah menjadi tradisi dalam setiap kegiatan Pemkab Banyuwangi. Tidak hanya pada bulan Muharam, tapi di setiap kesempatan kami memberikan santunan bagi anak yatim ini. Semoga membawa keberkahan,” kata Ipuk.

“Kami meyakini dengan kasih sayang kita kepada anak yatim, dengan doa dari anak-anak kita itu, akan melindungi Banyuwangi dari segala musibah dan dimudahkan segala urusan,” ungkap Ipuk.

Acara yang digelar secara hybrid tersebut diikuti oleh sejumlah kiai. Di antaranya KH Suyuti Thoha, KH Zainullah Marwan, KH. Thoha Munthaha, KH Muhammad Noer Khotib, KH Luayyi, KH Zarkoni, KH Nurhadi, dan sejumlah kiai lainnya. Mereka mengawali munajat kebangsaan tersebut dengan salat tahajud di Pendopo Banyuwangi.

Kegiatan yang diikuti seluruh ASN Banyuwangi secara virtual itu, kemudian dilanjutkan dengan istighosah bersama. Dipimpin oleh KH Suyuti Thoha dan KH Zainullah Marwan. Lalu, ditutup dengan doa oleh sejumlah kiai yang hadir secara langsung.

“Semoga doa kita semua diterima oleh Allah SWT. Karena ini merupakan waktu yang spesial. Malam Asyura sekaligus di sepertiga malam. Di mana pada waktu-waktu inilah Allah mengabulkan doa para hamba-Nya,” ungkap KH Thoha Munthaha. (rin)









The post Banyuwangi Santuni 2900 Anak Yatim first appeared on beritajatim.com.