Politik

Banyak ASN Masih Gagap Teknologi, Pemkab Tuban Siapkan Agen Perubahan

googleberita

Tuban (beritajatim.com) – Sebagai salah satu upaya untuk mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban dalam menyelenggarakan reformasi birokrasi, Pemkab Tuban sendiri telah menyiapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai agen perubahan (Agen Of Change) Pemkab Tuban, Senin (2/12/2019).

Kegiatan Pembekalan untuk Agen Perubahan (Agen Of Change) Pemkab Tuban berlangsung di kantor Pemkab Tuban dengan langsung dibuka oleh Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein. Adapun peserta ASN yang telah disiapkan untuk menjadi agen perubahan di Pemkab Tuban itu sebanyak 46 calon agen perubahan dari masing-masing OPD.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, dari sebanyak 46 calon agen perubahan yang ikut dalam pembekalan kali ini akan diseleksi menjadi 10 orang. Seleksi mencakup tes kemampuan dasar, tes tulis, maupun penguasaan IT. Dan mereka akan mendapat materi tentang perubahan reformasi birokrasi, salah satunya adalah SAKIP.

Menurut Wakil Bupati (Wabup) Tuban, yang membuka kegiatan itu menyatakan bahwa kandidat yang dikirim harus memiliki kompetensi, cekatan, mampu beradaptasi teknologi. Mengingat agen perubahan yang terpilih akan mendapatkan pembekalan dan pelatihan intens.

“Agen perubahan ini dipersiapkan untuk mendukung upaya Pemkab Tuban dalam menyelenggarakan reformasi birokrasi. Perlu disusun roadmap jangka panjang dengan mempertimbangkan segala kemungkinan yang ada,” terang Noor Nahar Hussein, Wakil Bupati Tuban saat memberikan sambutan.

Wabup menambahkan, pengelolaan reformasi birokrasi harus ditangani dengan serius, serta perlu diambil langkah percepatan agar mencapai target yang ditetapkan, yang dibarengi pengawasan dan evaluasi. Adapun salah satu kendala yang dihadapi Pemkab Tuban adalah kesulitan mencari ASN untuk menempati jabatan dengan ketentuan atau kompetensi khusus.

“Hal ini berakibat munculnya celah antara kompetensi ASN dengan jabatan yang ada, seringkali terjadi ketidaksesuaian antara formasi yang ditetapkan kementerian atau Pemerintah pusat dengan kebutuhan Pemkab Tuban. Di samping itu, masih banyak ASN yang masih gagap teknologi terutama yang di kecamatan-kecamatan. Sehingga perlu terus dilakukan pelatihan,” papar Wabup dua periode itu.

Dengan kondisi seperti itu, Aparatur Pemkab Tuban juga diinstruksikan agar keluar dari zona nyaman untuk terus berinovasi, serta semangat berkompetisi untuk meningkatkan prestasinya. “Pimpinan OPD harus berinovasi sekaligus memotivasi stafnya agar senantiasa meningkatkan kompetensi dan prestasinya,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Tim Laboratorium Government Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Oscar Radyan Danar, menyatakan siap memberikan pendampingan semaksimal mungkin. Keberadaan agen perubahan harus benar-benar dimaksimalkan dengan memberikan pembekalan secara intensif dan berkelanjutan.

Baca Juga:

  • Jelang Porprov, PNS dan Non PNS Tuban Kerja Bakti Ngecat Stadion
  • Serap Tenaga Lokal, Pertamina Gelar Pelatihan Kerja
  • Tender Usai, Wabup Tuban Minta Proyek Ring Road Segera Dikerjakan
  • Perumahan Selalu Banjir, Ini Tuntutan Warga pada Developer

Selain itu reformasi birokrasi itu sendiri menjadi ruh utama dalam penilaian pelayanan dan pelaksanaan pemerintahan. Hasil penilaian Indeks Reformasi Birokrasi Pemkab Tuban tahun 2018 mencapai 52,65 atau kategori CC dan capaian itu dapat ditingkatkan dengan memaksimalkan 8 komponen pengungkit.

“Agen perubahan akan menjadi motor penggerak dari 8 komponen pengungkit,” jelas Oscar Radyan Danar.

Adapun untuk komponen reformasi birokrasi tersebut mencakup manajemen perubahan, penataan peraturan perundangan-undangan, penataan dan penguatan organisasi. Kemudian penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. [mut/but]