Politik

Bangkalan Belum Siap Berlakukan PSBB

googleberita

Bangkalan (beritajatim.com) – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah banyak dilakukan daerah lain setelah jumlah terinfeksi Covid-19 mencapai 22 orang. Sementara, hingga kini, jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Bangkalan telah mencapai 26 pasien.

Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Forkopimda tentang pertimbangan penerapan PSBB. “Kita memang melakukan rapat tentang hal tersebut. Namun banyak hal yang harus kita siapkan terutama sosialisasi kepada masyarakat secara luas,” ucapnya, Rabu (20/5/2020).

Ia menjelaskan, dengan kondisi masyarakat saat ini yang masih sering berkumpul, PSBB akan sulit dilakukan. Pasalnya, selain ketegasan petugas di lapangan, juga memerlukan kesadaran masyarakat atas bahaya penularan virus asal China ini.

Baca Juga:

  • Dapur Umum PCNU Kabupaten Mojokerto Sediakan 300 Porsi Nasi Kotak Setiap Hari
  • Ajak Social Distancing, Mahasiswa ITS Raih Juara 1 di Kemendikbud
  • Tips Menata Keuangan Ramadan Saat PSBB Covid-19
  • Penerapan PSBB Berhasil Turunkan Konsentrasi NO2 Secara Signifikan
  • Ingin Hadiri Pemakaman Ibu, Warga Pasuruan Diperbolehkan Masuk Malang

“Banyak masyarakat yang memiliki usaha. Ketika penerapan PSBB, seluruh kios, toko, depot dan lainnya itu harus sistem take away. Itu perlu sosialisasi agar tidak salah paham, jadi Bangkalan belum siap,” ujarnya.

Tak hanya itu, menurutnya penerapan PSBB juga memerlukan tenaga ekstra dari seluruh petugas agar PSBB bisa berjalan efektif. Termasuk, dampak berbagai sektor terutama perekonomian juga perlu diperhatikan. “Ada banyak aspek yang menjadi dampak. Jangan sampai pemberlakuan PSBB ini memunculkan masalah baru jika dilakukan tidak dengan persiapan matang,” pungkasnya. [sar/suf]