Politik

Asyik, Siswa SD dan SMP di Banyuwangi Bisa Nikmati Bimbel Gratis

googleberita

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemkab Banyuwangi kembali membagikan paket bimbingan belajar (bimbel) online gratis bagi ratusan pelajar desa di Banyuwangi guna meningkatkan kualitas pendidikan.

Ada 800 pelajar tingkat SD dan SMP se-Banyuwangi yang tinggal di wilayah pedesaan yang bakal mendapat paket ini.

Program yang digagas bersama startup ‘Ruangguru’ ini sebenarnya sudah bisa dirasakan oleh siswa sejak Februari 2018 lalu. Bahkan, tahun lalu, pemkab membagikan paket bimbel online ini kepada 200 siswa.

“Sekarang kita tambah empat kali lipat, biar lebih banyak siswa yang mendapatkan manfaat program ini. Mengingat, siswa yang mendapatkan paket bimbel tersebut wajib sharing dengan empat kawan lainnya yang kurang mampu. Jadi kami bisa mengoptimalkan program ini hingga 4 ribu siswa,” jelas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (6/1/2020).

Kolaborasi ini, kata Anas, merupakan upaya pemerataan pendidikan yang berkualitas di Banyuwangi. Sekaligus bertujuan untuk membuka akses seluas mungkin bagi pelajar di desa, terutama yang kurang mampu untuk mendapatkan berbagai pembelajaran berbasis digital secara gratis.

“Adanya Ruangguru, sekarang semua siswa bisa mendapatkan pelajaran tambahan. Di Banyuwangi, kami memfasiltasi siswa yang kurang mampu untuk mengakses program ini. Sehingga anak mampu dan tidak mampu sekarang bisa menikmati bimbingan pelajaran tambahan. Metode belajar Ruangguru yang berbasis digital sangat efektif dan efisien ini sangat mudah diikuti,” kata Anas.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Suratno menambahkan, tahun ini ada 800 paket bimbel yang dibagikan kepada pelajar tingkat SD dan SMP, masing-masing 400 paket secara gratis.

Baca Juga:

  • Pokmas Sambut Baik BUMN Bangun Kawasan Wisata Pulau Merah
  • Kebakaran Hutan Merambah Tiga Gunung di Banyuwangi
  • Rumah Dibedah, Mimpi Santoso Terkabulkan
  • Warga Binaan Lapas Banyuwangi Berlomba Bikin Motif Batik Gajah Oling

“Tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 200 paket per jenjang. Sasarannya, kita utamakan anak-anak yang masih terkendala dalam mengakses sumber belajar. Yakni pelajar miskin dan pelajar yang berada di pedesaan,” terangnya.

Dari aplikasi ini, lanjut Suratno, pelajar akan mendapatkan kemudahan dalam mengakses konten pembelajaran seperti video edukasi dan buku. Selain itu, juga ada menu private bimbel (les privat) yang akan semakin memudahkan siswa dalam belajar.

“Untuk siswa kelas 4 dan 5, bisa mengkskes konten video dan buku. Sedangkan untuk kelas 6 SD dan 7-9 SMP ditambah dengan menu les private melalui aplikasi whatsapp maupun video call. Jadi akan sangat membantu mereka dalam belajar,”

“Dengan fasilitas ini, kami berharap gairah belajar siswa Banyuwangi akan semakin meningkat,” pungkasnya. (rin/ted)