Lifestyle

Apakah Indonesia akan Menjadi Episentrum COVID-19 di Dunia?

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengatakan Indonesia bisa menjadi episentrum COVID-19 dunia karena penularannya yang tidak terkendali. 

IDI menyoroti pertambahan jumlah kasus yang semakin meningkat setiap harinya, korban jiwa terus bertambah, termasuk ratusan petugas medis.

“Indonesia bahkan belum mencapai puncak pandemi gelombang pertama. Pandemi ini dikarenakan ketidakdisiplinan protokol kesehatan yang masif. Apabila hal ini terus berlanjut, maka Indonesia akan menjadi episentrum COVID-19 dunia,” ucap Ketua Tim Mitigasi IDI, dr. Adib Khumaidi, dalam siaran persnya kepada wartawan. 

Bagaimana kemungkinan Indonesia menjadi episentrum penularan COVID-19 dunia?

Indonesia bisa jadi episentrum penularan covid-19

Adib meminta masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan lebih ketat. Jangan sampai kasus penularan COVID-19 memburuk dan membuat Indonesia jadi episentrum COVID-19 di dunia. 

Ia menyebut jika masyarakat tidak patuh menjalankan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) akan menyebabkan kasus penularan yang tidak terkontrol dan mengakibatkan kolapsnya sistem kesehatan. 

Mungkinkah Indonesia jadi episentrum COVID-19? Apa yang menyebabkan sistem kesehatan kolaps dalam penanganan COVID-19?

Ahli epidemiologi Indonesia dr. Panji Hadisoemarto menjelaskan kemungkinan ini.

Bagaimana Indonesia jadi episentrum, kan akses masuknya sudah ditutup sama negara lain. Jadi diam saja di situ kasusnya,” papar dr. Panji kepada Hello Sehat, Senin (21/9). Saat ini setidaknya 60 negara melarang orang Indonesia memasuki wilayahnya karena dianggap berpotensi besar menjadi sumber penularan. 

Menjadi episentrum penularan COVID-19 artinya menjadi wilayah paling banyak terjadi kasus dan pusat penularan ke wilayah-wilayah lainnya. Episentrum bukan istilah dalam kesehatan masyarakat, tapi istilah yang digunakan saat Wuhan menjadi pusat penularan COVID-19 ke berbagai wilayah di dunia.

Apakah Indonesia menjadi episentrum penularan COVID-19 atau tidak, menurut Panji, peningkatan kasus sangat mungkin terjadi. Perburukan situasi pandemi COVID-19 di Indonesia hampir bisa dipastikan terjadi jika tidak ada gebrakan besar untuk menanggulangi pandemi.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia

Data Harian

207,203

Terkonfirmasi

147,510

Sembuh

8,456

Meninggal Dunia

Peta Penyebaran

Terobosan yang seharusnya dilakukan dengan kondisi sekarang?

risiko indonesia menjadi episentrum, penularan covid-19 saat konser pilkada 2020

Robohnya sistem kesehatan Indonesia dalam menangani pandemi COVID-19 bukan hanya dilihat dari jumlah rumah sakit yang penuh. Tapi kemampuan pelacakan (tracing) dan kapasitas pengetesan (testing) yang dilakukan untuk menemukan kasus-kasus baru secepat mungkin sebelum lebih banyak penularan.

Jika Jakarta dijadikan tolak ukur, maka bisa dilihat rasio jumlah testing dan kasus yang ditemukan masih jauh dari cukup. Sebab penanganan tak hanya melakukan tes sebanyak-banyaknya, tapi juga melacak penularan tersebut. 

“Lakukan tes sebanyak-banyaknya dan temukan kasus sebanyak-banyaknya, lalu isolasi dan karantinakan. Jika jumlah testingnya segini-gini aja, jumlah pelacakan segini-gini aja, maka yang jelas akan memburuk,” kata dr. Panji. 

Saat ini Jakarta rata-rata melakukan 8.000 pengetesan setiap harinya dengan penambahan kasus 1.000an kasus baru. Secara nasional, Indonesia dalam satu minggu terakhir mengalami peningkatan kasus hampir 4.000 per hari dengan jumlah testing sekitar 20-30 ribu. 

“Seandainya kita lockdown sejak bulan Maret, itu kita masih punya banyak modal dan tenaga. Kalau lockdown sekarang akan semakin rumit, karena melihat konteks lainnya, karena ekonomi makin tercekik, kasusnya makin banyak, petugas medisnya banyak tumbang,” ucap Panji saat ditanya bagaimana seharusnya langkah konkrit yang harus diambil saat ini.

Izin Konser saat Pilkada, Seberapa Bahaya Penularan COVID-19 di Tengah Konser?

“Terobosan utama yang paling bisa dilakukan itu niat dulu deh, ini sebetulnya mau diapain sih? Karena saya lihat saat ini tujuan utamanya bukan untuk mengendalikan epidemi,” tuturnya berpendapat. 

Masyarakat memang harus bertanggung jawab atas diri dan orang sekitar dengan melakukan pencegahan penularan COVID-19. 

Tapi di sisi lain pengendalian paling penting adalah tindakan dari pemerintah untuk melakukan testing, tracing, dan pelarangan kegiatan-kegiatan pengumpulan massa yang tidak perlu. 

“Kerjakan dulu yang bisa menurunkan risiko penularan sekecil mungkin, baru sisanya boleh beraktivitas,” pungkas Panji.

The post Apakah Indonesia akan Menjadi Episentrum COVID-19 di Dunia? appeared first on Hello Sehat.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of