Lifestyle

Apa Bedanya Jerawat dan Benjolan Akibat Rambut Tumbuh ke dalam Kulit?

googleberita

Kesalahan mencukur dapat menyebabkan rambut tumbuh ke dalam kulit. Kondisi ini memicu infeksi sehingga muncul benjolan berisikan nanah. Benjolan yang terbentuk biasanya mirip dengan jerawat. Namun, keduanya perlu ditangani dengan cara yang berbeda.

Lantas, bagaimana cara membedakan keduanya?

Beda jerawat dan benjolan akibat pertumbuhan rambut ke dalam

Jerawat dan benjolan akibat rambut yang tumbuh ke dalam kulit dapat dibedakan dari beberapa aspek. Di antaranya penyebab, bentuk, serta kapan benjolan terbentuk. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

1. Penyebab munculnya benjolan

Kulit dipenuhi oleh kantung yang disebut folikel. Folikel berfungsi sebagai tempat tumbuhnya rambut sekaligus saluran untuk mengeluarkan sebum (minyak) dan keringat. Terkadang, folikel dapat tertutup oleh tumpukan sebum dan sel kulit mati.

Folikel yang tertutup dapat mengalami infeksi jika terdapat bakteri di dalamnya. Tubuh bereaksi terhadap infeksi dengan mengirimkan sistem kekebalan. Reaksi ini memicu peradangan yang ditandai dengan bengkak, nyeri, dan kemerahan sehingga muncullah jerawat.

Benjolan akibat rambut tumbuh ke dalam kulit juga memiliki cara terbentuk yang mirip. Bedanya, peradangan dipicu oleh respons kekebalan tubuh ketika rambut tumbuh menembus kulit. Tubuh menganggap rambut sebagai zat asing penyebab penyakit.

2. Tipe benjolan

Jerawat tidak selalu berbentuk benjolan kemerahan dengan nanah di dalamnya. Ada berbagai macam bentuk dan tipe jerawat, di antaranya:

  • Whitehead (komedo putih): tampak seperti bintik-bintik kecil berwarna putih dan terletak di dalam lapisan dalam kulit.
  • Blackhead (komedo hitam): terbentuk ketika folikel yang tersumbat terpapar oksigen.
  • Papula: jerawat kecil berwarna merah muda tanpa nanah.
  • Pustula: jerawat berwarna kemerahan pada dasarnya dengan nanah di tengah.
  • Nodul: jerawat besar, padat, dan terasa nyeri yang terletak di dalam kulit.
  • Kista: jerawat berisikan¬†cairan yang bisa menimbulkan bekas luka.

Benjolan akibat rambut tumbuh ke dalam biasanya tampak berwarna merah atau memiliki nanah di dalamnya. Terkadang, tampak garis berwarna hitam di dalam benjolan. Garis ini merupakan rambut yang tumbuh ke dalam kulit.

3. Kapan benjolan muncul

Jerawat dapat muncul kapan saja, tapi masalah ini lebih sering terjadi ketika masa pubertas. Selama periode ini, produksi hormon androgen meningkat drastis. Androgen memicu pembesaran kelenjar minyak sehingga produksi minyak ikut bertambah. 

Ada pula faktor lain yang dapat memicu pembentukan jerawat. Antara lain kulit berminyak, KB hormonal, stres, makanan tinggi karbohidrat, dan konsumsi obat steroid. Anda harus lebih cermat menjaga kulit jika memiliki faktor risiko ini.

Benjolan yang muncul akibat rambut yang tumbuh ke dalam kulit biasanya muncul setelah Anda mencukur rambut. Teknik mencukur yang keliru dapat mengubah arah tumbuhnya rambut. Beberapa hari setelah dicukur, rambut justru tumbuh menembus lapisan kulit.

Jerawat dan benjolan yang timbul setelah mencukur rambut memerlukan penanganan berbeda. Jerawat biasanya dapat hilang dengan sendirinya atau dengan obat mengandung asam salisilat, benzoyl peroxide, dan glycolic acid.

Sementara itu, benjolan akibat pertumbuhan rambut ke dalam kulit bisa bertahan jika rambut masih terjebak. Rambut dapat dikeluarkan menggunakan penjepit, tapi cara ini sebaiknya hanya dilakukan oleh tenaga medis seperti dokter.

The post Apa Bedanya Jerawat dan Benjolan Akibat Rambut Tumbuh ke dalam Kulit? appeared first on Hello Sehat.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of