Politik

Antisipasi Resiko Kematian Bumil, Dewan Gresik Dorong Penerapan Aplikasi Database

beritajatim.com Antisipasi Resiko Kematian Bumil, Dewan Gresik Dorong Penerapan Aplikasi DatabaseDeni Ali Setiono



Gresik (beritajatim.com) – Penanganan dan antisipasi kematian ibu hamil (Bumil) di tengah pandemi covid-19 menjadi atensi khusus Komisi IV DPRD Gresik. Komisi yang membidangi kesejahteraan masyarakat itu menggelar focus group discusion (FGD). Melalui forum resmi ini, juga melibatkan sejumlah pihak. Mulai dari praktisi, akademisi hingga tokoh masyarakat.

Anggota Komisi IV Sujono menuturkan, ada beberapa pembahasan penting. Khususnya peringatan dini, penanganan pendarahan pascamelahirkan dan akses rujukan bagi ibu hamil. “Pemerintah dalam hal ini, eksekutif (Bupati) memiliki kewajiban untuk mengawasi perkembangan ibu hamil hingga melahirkan. Hal tersebut diharapkan mampu menjaga pertumbuhan penduduk dan generasi masa depan Gresik,” tuturnya, Senin (31/02/2022).

Politisi PKB itu menambahkan, untuk mengurangi resiko ini. Diperlukan adanya data kesehatan ibu hamil yang selalu update setiap saat. Di mana berisi tentang kondisi kesehatan ibu, kondisi janin dan hari perkiraan lahir (HPL). “Pendataan kesehatan ibu hamil ini harus terintegrasi, dari desa hingga kabupaten. Dan seharusnya bisa dipantau setiap saat,” imbuhnya.

Baca Juga:

  • DPRD Gresik Minta Dinas PUTR Percepat Lelang Proyek
  • DPRD Gresik Pastikan PMI Asal Malaysia Dikarantina Sebelum Bertemu Keluarga
  • Ini Catatan Fraksi DPRD Gresik Terhadap Nota APBD 2020
  • PAD Parkir Gresik Diturunkan
  • Besok, Rapat Paripurna Terakhir Gus Yani dan Asluchul Alief

Hal senada juga dikemukan oleh Mega Bagus yang juga anggota Komisi IV. Politisi PDIP itu menyatakan terkait dengan ini. Pihaknya berkomitmen untuk mendorong komputerisasi atau digitalisasi data ibu hamil. Hal tersebut dapat membantu ibu hamil di Gresik dan Pulau Bawean. “Kalau di-update lewat digitalisasi data bisa tercover. Termasuk di Pulau Bawean, sebab lokasinya jauh dari daratan dan fasilitas layanan kesehatannya tentu tidak lebih baik daripada wilayah kota,” ungkapnya.

Tahun 2021 lalu lanjut dia, terdapat tiga kasus kematian bayi yang baru melahirkan dari Pulau Bawean. Belum lagi, peristiwa ibu melahirkan di kapal saat menuju Gresik daratan. “Peristiwa tersebut jangan sampai berlarut-larut, karena tidak bisa menjamin nyawanya bisa terselamatkan,” katanya.

Sementara, perwakilan Kecamatan Manyar Syifaul Muminin berharap pemerintah bisa segera merealisasikan hal tersebut. Sehingga, data ibu hamil di Gresik bisa diakses di komputer atau handphone. “Bisa terdeteksi risiko-risikonya kemudian diantisipasi. Tentunya aplikasi ini perlu kajian dan perencanaan lebih mendalam,” paparnya.

Syifaul memproyeksikan aplikasi tersebut berisi observasi kesehatan para ibu hamil. Kemudian dirate berdasarkan risiko rendah hingga risiko tinggi. Termasuk penyakit penyerta yang mungkin diidap. Sehingga bisa memudahkan tenaga kesehatan dan pasien. Termasuk prioritas pelayanan dalam kondisi darurat. [dny/kun]





The post Antisipasi Resiko Kematian Bumil, Dewan Gresik Dorong Penerapan Aplikasi Database first appeared on beritajatim.com.