Politik

Agar Bantuan Covid-19 Tak Salah Sasaran

googleberita

Jombang (beritajatim.com) – Pandangan Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab menyapu lembaran-lembaran kertas yang tertempel di papan pengumuman Kantor Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung. Sesekali dia menajamkan pandangannya, kemudian membetulkan letak kacamatanya.

Lembaran kertas di papan pengumuman itu adalah nama-nama penerima bantuan sosial (Bansos) warga terdampak pandemi Covid-19 atau virus corona. Bupati berharap, dengan ditempelkannya nama-nama tersebut, tidak ada warga yang berhak menerima bantuan terlewat. Juga tidak ada daftar penerima bansos ganda. Dengan kata lain, agar bantuan yang dikucurkan tidak salah sasaran.

Ada dua tempat yang dikunjungi oleh orang nomor satu di Jombang ini. Selain di Kantor Desa Tejo, juga di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tejo 1. “Kami minta semua desa menempelkan data penerima bansos seperti ini. Karena hasil rapat kemarin, kita segera menyalurkan Bansos dampak Covid-19 yang bersumber dari APBD Kabupaten,” ujar Mundjidah yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 Jombang, Selasa (5/5/2020).

Baca Juga:

  • Pembatalan Tiket Pesawat, Hotel dan Kereta Api Via Online Meningkat
  • Bupati Pamekasan Imbau Masyarakat Kenakan Masker
  • Pasien Kelima Covid-19 Sumenep Masuk OTG, Belum Diketahui Klaster Mana
  • Jawab Kekhawatiran Tim Medis, Banyuwangi Bantu 1800 APD
  • Di Tengah Pandemi, Bank Jatim Tetap Keluarkan Deviden untuk Pemegang Saham

Munjidah lagi-lagi mengimbau agar data-data penerima diumumkan di tempat terbuka. Guna menghindari kerumunan, pengumuman bisa dipecah di beberapa tempat. Publikasi data itu menurut bupati sangat penting. Tujuannya, agar masyarakat mengetahui nama-nama yang menerima bansos.

“Baik itu yang berasal dari BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), BLT (Bantuan Langsung Tunai), Bansos dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, maupun Bansos yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Jombang. Pencairan bansos bersumber dari DD, sudah bisa dilakukan. Evaluasi terakhir, tinggal dua atau tiga desa yang masih ada data ganda,” kata bupati sembari menjelaskan bahwa tidak boleh ada data ganda penerima bantuan.

Bagaimana jika ada warga miskin tapi belum masuk pendataan? Mundjidah mengungkapkan, bagi warga yang ekonominya pas-pasan namun belum mendapatkan bansos Covid-19, maka yang bersangkutan masih bisa diusulkan. “Ini pentingnya data penerima diumumkan. Agar yang terlewat juga diusulkan,” urainya.

Baca Juga:

  • Harga Bawang Putih di Sumenep Capai Rp 45.000 per Kg
  • Warga Terdampak Corona Tak Dapat Bantuan Sembako
  • Ini Upaya Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan Stabilkan Harga Gula di Pasaran

Usai meninjau pengumuman penerima bantuan di Desa Tejo, Bupati Jombang bersama rombongan melihat Posko Karantina yang berada di SDN Tejo 1, Mojoagung. Posko tersebut digunakan untuk karantina bagi pendatang/pemudik yang masuk ke desa tersebut.

Dia berharap, warga yang menjalani karantina bisa menyelesaikan prosesnya selama 14 hari di tempat itu. Setelah itu, mereka bisa ke rumah yang dituju. Pada kesempatan itu, Bupati Mundjidah juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepada sejumlah guru PAUD yang belum mendapatkan sertifikasi. [suf]