Lifestyle

8 Mitos Seputar Epilepsi yang Ternyata Salah Kaprah

Epilepsi atau yang lebih sering disebut ayan adalah sebuah penyakit kronis berupa gangguan pada sistem saraf pusat (neurologis) yang menyebabkan seseorang mengalami kejang berulang bahkan terkadang sampai kehilangan kesadaran. Sayangnya, masih banyak mitos yang beredar di masyarakat tentang penyakit epilepsi.

Tak jarang orang-orang juga mengaitkan penyakit epilepsi dengan hal-hal gaib.

Mitos-mitos seputar epilepsi yang keliru

Banyak yang mengira bahwa penyakit epilepsi merupakan penyakit langka yang sangat jarang terjadi. Berikut adalah sederet mitos lainnya yang selama ini beredar di masyarakat:

Epilepsi adalah penyakit langka

Faktanya, penyakit epilepsi adalah penyakit yang banyak diderita orang-orang. Epilepsi paling tidak menyerang 1 dari 100 orang, jika dihitung populasinya mencapai 1% di dunia atau sekitar 60 juta orang. Pada sebagian penderitanya, penyakit epilepsi tidak hanya menjadi kondisi tunggal namun juga dapat disertai dengan penyakit lain seperti cerebral palsy, retardasi mental, autisme, alzheimer, dan cedera otak traumatis.

Seseorang yang pernah mengalami kejang pasti mengidap epilepsi

mitos epilepsi
Sumber: American Nurse Today

Mitos yang masih banyak dipercaya ini kerap membuat khawatir akan adanya potensi terhadap epilepsi. Memang, seseorang akan memiliki kemungkinan terdiagnosa epilepsi jika mengalami kejang 2 kali atau lebih dalam beberapa hari. Namun, jika kejang yang dialami adalah hasil dari minum-minum berlebihan, kurang tidur, atau pengobatan tertentu, hal tersebut tidak selalu berhubungan dengan epilepsi.

Epilepsi hanya menyerang anak-anak

Kebanyakan penderita epilepsi memang termasuk golongan usia anak-anak, namun banyak juga penderita epilepsi dari golongan usia lanjut. Epilepsi yang terjadi pada orang-orang yang lebih tua sering kali merupakan efek dari masalah kesehatan yang dimiliki seperti stroke dan penyakit jantung. Walau bagaimanapun, epilepsi adalah penyakit yang bisa diderita semua orang dan dapat muncul kapan saja.

Orang dengan epilepsi memiliki disabilitas dan tidak bisa bekerja

Hal tersebut tentu hanya mitos belaka, seperti yang sudah diketahui epilepsi dapat menyerang siapa saja. Meski ada penderita dengan kondisi lebih serius yang menyebabkan mereka tidak bisa bekerja, bukan berarti semua penderita epilepsi mengalami hal yang sama. Epilepsi tidak selalu menjadi halangan untuk sukses. Selain itu, epilepsi juga tidak berpengaruh pada tingkat intelejensi seseorang.

Epilepsi dapat menular

Mitos ini salah. Anda tidak akan tertular epilepsi karena berdekatan dengan penderitanya. Penyakit epilepsi disebabkan oleh terganggunya sistem saraf pusat, bukan karena penyebaran virus atau bakteri.

Perempuan dengan epilepsi tidak bisa hamil

mitos epilepsi
Sumber: Independent

Mitos mengatakan penderita epilepsi tidak bisa hamil. Padahal, epilepsi tidak akan memberikan pengaruh pada kemampuan seseorang untuk memiliki anak. Namun, yang perlu diketahui adalah ketika ibu hamil mengkonsumsi obat antiepilepsi, risiko cacat lahir pada bayi akan meningkat sekitar 2-10%. Bagi yang memiliki epilepsi dan berencana untuk hamil, ada baiknya untuk mengkonsultasikan penggunaan obat-obatan pada dokter.

Epilepsi yang dimiliki orang tua akan menurun ke anaknya

Anak-anak yang orang tuanya mengidap epilepsi memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena epilepsi, namun perbandingannya di antara keduanya hanya sedikit. Epilepsi tidak hanya disebabkan semata-mata dari gen orang tua saja, munculnya penyakit ini juga melibatkan kombinasi beberapa gen yang cacat. Malah faktanya, lebih dari 90% anak dari ibu yang memiliki epilepsi lahir dengan normal.

Memasukkan sesuatu ke dalam mulut penderita epilepsi saat kejang

Ada anggapan bahwa memasukkan sesuatu seperti sendok ke dalam mulut akan membantu meredakan kejang. Padahal, cara ini malah akan menimbulkan masalah lain seperti tidak bisa bernapas, gigi patah, gusi tertusuk, tergigit, atau bahkan menyakiti rahang.

Untung menangani orang yang tiba-tiba kejang, Anda dapat membantu dengan menggulingkan tubuhnya ke satu sisi, amankan pada tempat yang jauh dari benda-benda tajam dan berbahaya. Anda juga bisa meletakkan bantal pada kepala dan biarkan hingga tegang berhenti. Bila tegang berlanjut selama lebih dari 5 menit dan terjadi masalah lain, segera cari pertolongan pada ahli.

Kesadaran akan penyakit epilepsi sesungguhnya penting untuk ditingkatkan mengingat banyaknya penderita epilepsi di seluruh dunia, salah satunya adalah mengetahui mitos-mitos seputar penyakit yang tidak terbukti kebenarannya.

Sebaiknya Anda tidak menelan mentah-mentah ketika ada informasi seputar epilepsi yang tidak jelas asal-usulnya. Tanyakan pada dokter atau ahlinya jika Anda merasa ragu.

The post 8 Mitos Seputar Epilepsi yang Ternyata Salah Kaprah appeared first on Hello Sehat.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of