Lifestyle

5 Obat Herbal yang Berpotensi Membantu Pengobatan Kanker Esofagus

googleberita

Perawatan dengan bahan-bahan alami diyakini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Itu kenapa pengobatan alternatif masih kerap dicari oleh banyak pengidap kanker sebagai dampingan selama menjalani terapi utamanya. Obat herbal tertentu bahkan juga dipercaya dapat meringankan gejala kanker dan efek samping dari pengobatan medis. Lantas, apa saja obat herbal yang bisa dikonsumsi pasien kanker esofagus?

Pilihan obat herbal untuk kanker esofagus

Banyak orang beranggapan bahwa mengobati penyakit dengan obat-obatan herbal lebih aman dan manjur karena minim efek samping. Sejauh ini sebetulnya belum ada bukti medis yang bisa menguatkan anggapan tersebut.

Meski begitu, ada beberapa obat herbal yang telah ditemukan berpotensi membantu pengobatan kanker esofagus oleh sejumlah penelitian. Perlu dipahami sekali lagi bahwa bahan-bahan alami ini tidak terbukti menyembuhkan kanker esofagus, tapi hanya membantu meringankan gejala maupun efek samping pengobatan.

Berikut berbagai pilihan obat herbal yang sudah pernah diteliti potensi manfaatnya secara medis untuk membantu pengobatan kanker esofagus.

1. Kunyit

Penelitian melaporkan bahwa rimpang dan batang bawah kunyit kaya akan zat kurkumin yang berpotensi sebagai obat herbal kanker esofagus.

Kandungan kurkumin dalam kunyit diketahui dapat membantu memperlambat penyebaran sel kanker dan membantu meningkatkan sensitivitas tumor terhadap obat kemoterapi.

Selain itu, sifat antioksidan kunyit juga diyakini dapat mengurangi pembengkakan dan peradangan dalam tubuh selama menjalani pengobatan kanker.

2. Ginseng

Ginseng sering disebut sebagai “tanaman ajaib” karena menyimpan segudang manfaat kesehatan.

Kandungan ginsenosida dan polisakarida dalam ginseng mempunyai sifat antikanker dan antitumor. Inilah sebabnya,

Berkat sifat antikanker dan antitumornya, ginseng dipercaya dapat membantu menghambat pertumbuhan dan penyebaran kanker di dalam tubuh. Potensinya ini datang dari senyawa aktif dalam ginseng yang mengganggu pembentukan DNA dari sel kanker.

Senyawa aktif dalam ginseng juga dapat membantu mempercepat proses perbaikan sel-sel tubuh yang rusak selama pengobatan kemoterapi dan radioterapi.

3. Anggrek dendrobium

Moscatilin,dari anggrek ,Hal ini diungkapkan dalam

Sebuah penelitian terbitan Journal of Medicine Food melaporkan, senyawa aktif bernama moscatillin yang terkandung dalam bunga anggrek Dendrobium loddigesii tampak mampu menekan perkembangan sel kanker di kerongkongan; termasuk sel squamous cell carsinoma (SCC) dan adenocarcinoma (ADC).

Moscatilin adalah senyawa turunan bibenzil yang telah terbukti memiliki aktivitas antikanker. Bahkan, moscatilin dalam bunga anggrek jenis dendrobium juga dapat menginduksi kematian sel pada sel-sel turunan SCC dan ADC.

Nah, berbagai efek inilah yang membuat para peneliti percaya bahwa anggrek dendrobium berpotensi sebagai obat herbal untuk membantu pengobatan kanker esofagus.

4. Artemisia annua

Artemisia annua (sweet wormwood/sweet sagewort) merupakan tanaman yang sekilas mirip keniikir dan banyak tumbuh di kawasan Asia. Sebagai obat herbal, tanaman ini lebih dikenal pamornya untuk mengobati malaria.

Namun ternyata, tanaman artemisia ternyata juga bisa digunakan sebagai obat herbal untuk kanker esofagus. Senyawa kimia artemisinin yang terkandung dalam tanaman artemisia diketahui dapat menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Beberapa penelitian juga mengungkapkan bahwa artemisinin dapat mengoptimalkan pengobatan kanker bila dibarengi dengan kemoterapi.

Sayangnya, penelitian masih terbatas pada hewan dan belum ada uji klinis yang dilakukan pada manusia. Masih dibutuhkan penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas untuk memastikan manfaat tanaman artemisia sebagai obat herbal kanker esofagus.

5. Kulit buah manggis

Buah manggis yang punya nama ilmiah Garcinia mangostana Linn telah banyak diteliti terkait potensi manfaatnya untuk kesehatan. Potensi manfaat buah manggis itu sendiri sebagai obat herbal untuk kanker esofagus masih perlu diteliti lebih lanjut.

Namun, satu penelitian yang dilakukan di Indonesia menemukan bahwa senyawa kimia xanthon dalam manggis dapat menghambat sekaligus membunuh sel kanker. Sifat sitotoksik yang dimiliki manggis pun dapat bereaksi terhadap lebih dari satu jenis kanker, meliputi kanker rongga mulut, kanker payudara, dan kanker paru-paru.

Pengidap kanker sebaiknya jangan sembarangan minum obat herbal

Tak semua yang berlabel alami dan herbal aman untuk tubuh. Obat herbal bisa saja bereaksi negatif pada pengobatan kanker yang sedang Anda jalani. Hal ini pun diamini oleh banyak ahli. Mengutip dalam laman Cancer Research UK, obat herbal mungkin bisa memengaruhi cara tubuh untuk memproses obat kanker. Terutama bagi Anda yang sedang rutin menjalani kemoterapi.

Di sisi lain, orang-orang yang punya alergi terhadap herbal tertentu juga bisa mengalami reaksi berbahaya. Jadi sekali lagi, berhati-hatilah ketika menggunakan obat herbal. Jangan sampai obat herbal yang Anda konsumsi justru mengacaukan pengobatan utama kanker kerongkongan.

Bila Anda berencana untuk mengonsumsi suplemen atau obat-obatan herbal untuk mengobati sakit esofagus, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu ke dokter.

Cara memilih obat herbal yang tepat untuk kanker esofagus

Mempertimbangkan “amunisi” tambahan berupa obat herbal boleh-boleh saja. Namun, berbagai dokter dan pakar kesehatan menekankan agar Anda tidak bergantung hanya kepada perawatan alami sebagai terapi pengobatan kanker.

Pengobatan dengan bahan-bahan alami sejauh ini terbukti hanya bersifat komplementer, alias mendukung kerja obat-obatan medis sebagai terapi utama.

Sebelum menggunakan obat herbal jenis apa pun, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Anda juga perlu untuk lebih teliti sebelum membeli produk herbal. Pastikan Anda membeli obat herbal di tempat yang resmi dan terpercaya. Jangan ragu untuk minta rekomendasi dokter untuk memilihkan produk yang paling tepat.

Anda juga bisa mengecek apakah produk tersebut sudah secara resmi terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) lewat tautan berikut http://cekbpom.pom.go.id/. Anda bisa mengeceknya melalui nomor registrasi, merek, atau nama produknya.

Jangan lupa juga cek tanggal kedaluwarsa produk untuk memastikan bahwa obat masih aman dikonsumsi. Terakhir, baca aturan pakai obat yang tertera pada bungkus kemasan dengan teliti. Segera periksa ke dokter bila Anda mengeluhkan gejala yang tidak biasa.

The post 5 Obat Herbal yang Berpotensi Membantu Pengobatan Kanker Esofagus appeared first on Hello Sehat.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of