Peristiwa

Pesan Terakhir Bayu,Penghadang Motor Teroris Gereja Surabaya

Bayu Rendra meng-update story WhatsApp-nya di pagi hari sebelum berangkat ke Gereja

Bayu Rendra menghadang motor teroris peledak bom GKI Surabaya

Beredar kabar di media sosial Twitter, tentang salah satu korban Bom Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Surabaya, bernama Aloysius Bayu Rendra Wardhana.

Bayu Rendra dikabarkan tewas dalam serangan bom teroris, ketika menghadang motor yang sedang dikendarai oleh teroris, dan meledak di halaman parkir.

Bayu meninggal di tempat, setelah ledakan terjadi dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

Akun Twitter @_fansiskancis pada Minggu, 13 Mei 2018 tertulis : “RIP saudara Bayu. Yang berani menghadang motor terorist, sehingga tidak masuk lebih dekat ke dalam gereja.”

“Semoga kebahagiaannya kekal dan upahmu besar di surga-Nya.”

Bayu Rendra adalah koordinator relawan keamanan Gereja SMTB.

Sesuai dengan informasi yang beredar, Bayu Rendra lah yang menghadang motor teroris yang meledak tersebut.

Jika tidak dihadang oleh Bayu, kemungkinan jumlah korban di Gereja SMTB akan bertambah banyak.

Di Pagi hari sebelum berangkat ke lokasi insiden mengerikan itu terjadi, Bayu sempat membuat status di WhatsApp Story nya yang diunggah kembali oleh @_fransiskancis, yang berisi :

“Selamat Pagi.. Tuhan memberkati, mandi.. cuss SMTB, tugas negara memanggil.”

Pesan terakhir korban yang diunggah itu, mendapat tanggapan bela sungkawa dari para warganet.

Diberitakan telah terjadi ledakan bom di 3 tempat gereja di Surabaya pad Minggu, 13 Mei 2018 pagi, pada waktu yang hampir bersamaan.

Ketiga gereja tersebut, Santa Maria di Ngagel, lokasi korban Bayu Rendra meninggal, kedua adalah Gereja GKI di Jalan Diponegoro, dan Gereja di Jalan Arjuno.

Informasi sementara, jumlah korban yang tewas, total sebanyak 10 orang, dan 41 orang korban luka-luka.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of